Minggu, 19 Desember 2010

Tips Langsing Dengan Cara Sehat

Andang Gunawan dalam bukunya Food Combining mengatakan bahwa dengan memperhatikan sifat sifat makanan dan cara tubuh melakukan metabolisme, kita bisa mendapatkan keadaan ideal tersebut tanpa harus berlapar lapar, apalagi harus operasi. Tubuh akan dengan otomatis mengatur dirinya. Dan yang paling penting lagi adalah tubuh tetap sehat terhindar dari berbagai macam penyakit. Bagaimana….???? tertarik gak????.

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa jadwal tubuh dalam melakukan metabolisme adalah sebagai berikut:

Jam 05.30 - 12.00 : Tubuh sedang bekerja keras melakukan pembuangan.

Oleh karena itu sebaiknya tidak diganggu. pada saat itu makanan kita harus yang mudah dicerna, yaitu buah buahan. Segala macam buah buahan kecuali durian, pisang dan nangka sangat mudah dicerna, tidak sampai setengah jam sudah bisa memberikan energi yang cukup untuk kita. Jadi pagihari kita makan buah buahan atau jus buah (tentu saja tanpa gula), tubuh akan punya kesempatan untuk membuang sisa sisa metabolisme antara lain racun, yang akhirnya membuat tubuh sehat

Jam 12.00 -20.00 : Tubuh melakukan pencernaan. Jadi pada jam jam ini tubuh secara aktif melakukan pencernaan makanan, sehingga dianjurkan untuk menyantap makan padat seperti nasi, sayur, atau daging.

Jam 20.00- 05.30 : Tubuh melakukan penyerapan. Inilah waktu bagi tubuh untuk mendistribusikan makan keseluruh tubuh, sehingga tubuhmendapat gizi yang cukup. Jadi jangan diganggu dengan menyantap makan. Artinya sudah ga usah makan padat lagi.

Kaidah yang lain, dijelaskan adanya makanan serasi dan tidak serasi. nasi dan daging merupakan paduan yang tidak serasi, jadi jangan disantap bersama. Tapi nasi dan sayur merupakan makan yang serasi, boleh disantap bareng. Kalu kepingin makan daging sebaiknya disantap bersama dengan sayur, misalkan oseng kangkung dengan ayam bakar.Buah buahan jangan disantap sesudah makanan berat seperti nasi atau daging, karena buah cepat dicerna sedang daging lama dicerna, sehingga akhirnya buah buah akan membusuk dalam lambung , tentu saja dapat menyebabkan sakit.

Menurut Andang juga, dengan diit model begini, otomatis tubuh akan langsing, kulit bersinar dan kencang dan sehat.

Sumber : http://www.infocantik.com/category/sehat-dan-bugar
July 12,2010 by kayaawetmudanancantik,Filed under Sehat dan Bugar
Dikutip Pada :19/12/2010

Tips Menghilangkan Bau Badan

Ada beberapa cara untuk mengatasi bau badan :

* Mandi minimal sehari dua kali dengan menggunakan sabun
* Hindari atau kurangi makanan pedas, bawang putih/merah serta makanan beraroma rempah tajam
* Mencukur bulu ketiak secara teratur dan gunakan deodorant
* Sebaiklah menggunakan pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat
* Minum air putih minimal 8 gelas sehari
* Hindari stress dengan selalu berpikir positif dan gaya hidup sehat karena stress mempengaruhi hormon dan kelenjar apocrine yang bisa meningkatkan bau badan
* Untuk cara alami bisa menggunakan air perasan daun sirih dicampur dengan sari jeruk limau yang digosokkan pada ketiak seusai mandi


Sumber : http://www.infocantik.com/category/sehat-dan-bugar
June 25, 2010 by ladangberkat,Filed under Sehat dan Bugar
Dikutip Pada :19/12/2010

Fungsi Tomat

Tomat yang terkenal dengan kandungan lycopene-nya diduga dapat mencegah kerut dan bintik hitam akibat sinar matahari. 80% kerut disebabkan oleh sinar matahari dan lycopene merupakan salah satu antioksidan ampuh sehingga dapat menghentikan proses penuaan yang diakibatkan paparan sinar matahari.

Kerutan halus yang mulai muncul pada wajah, khusunya bagian dagu, garis senyum dan dahi juga sebagai tanda bahwa Anda sudah tidak muda lagi. Untuk mencegahnya , Anda bisa menggunakan berbagai teknik, mulai dengan aneka krim anti kerut, sampai tindakan operasi ( face lifting ). Selain perawatan tersebut, Anda juga bisa mengimbanginya dengan perawatan internal ( dari dalam ) , salah satunya mengkomsumsi tomat.

Menurut para ahli, menambahkan tomat ke dalam menumendatangkan banyak manfaat . Lycopene juga terkenal dengan khasiatnya dalam memerangi jantung dan kanker. Jadi selain untuk kesehatan kulit wajah, Anda juga bisa mencegah penyakit lainnya.

Mengkomsumsi pasta tomat yang kaya lycopene secara dramatik dapat mengurangi kerusakan kulit yang disebabkan sinar matahari. Makan pasta tomat dicampur dengan minyak zaitun selama 10 minngu sebagai tambahan dalam menu Anda yang biasa. Lycopene adalah antioksidan yang sangat ampuh dan senjata hebat dalam mencegah kerusakan kulit yang disebabkan radikal bebas.

Tambahkan sejumlah hidangan tomat yang dimasak ke dalam menu Anda seperti spaghetti, pizza. sup tomat atau lainnya. Jika memungkinkan pilihlah tomat yang dimasak daripada mentah. Meski tomat mentah menagndung banyak lycopene tetapi bila dimasak maka kandungannya akan meningkat 4 kali lipat.

Tambahkan irisan tomat segar pada sandwich dan hamburger. Gantilah mayonnaise dalam sandwich dan hamburger denagn pasta tomat, maka Anda akan mendapatkan cita rasa yang sama sekali beda.

Ada baiknya Anda minum 1 gelas jus tomat setiap hari daripada jeruk. Karena dengan meminum jus tomat maka Anda akan mendapatkan lycopene dan vitamin C.

Sumber : http://www.infocantik.com/category/sehat-dan-bugar
December 27, 2009 by Admin,Filed under Sehat dan Bugar
Dikutip Pada : 19/12/2010

Usir Stress Dengan Relaksasi

Stress adalah penyebab utama penyakit fisik dan mental, Termasuk menyebabkan bobot tubuh menjadi bertambah dan berkurang drastis. Selain itu, stress juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Dengan relaksasi, stress bisa redah dan kualitas hidup sehat bisa kita raih. Caranya :

1. Pejamkan mata, ambil nafas dalam – dalam, tahan 5-7 detik kemudian hembuskan pelan – pelan. Ulangi 10 sampai 12 kali, atau sesuai yang kita butuhkan.
2. Lakukan strecth atau peregangan. Stress bisa menyebabkan otot – otot tubuh menjadi tegang. Saat kita merasa tegang dan gelisah, cobalah untuk berdiri dan lakukan peregangan tubuh dengan cepat. Peregangan yang sederhana sekalipun mampu membuat otot menjadi lemas kembali dan menghilangkan perasaan gelisah.
3. Lakukan meditasi selama 20-30 menit, setiap pagi dan sore. Meditasi membantu menenangkan tubuh dan pikiran. Meditasi sederhana, seperti diam dan memusatkan pikiran bisa membuat kita merasa damai.
4. Membaca buku humor dan nonton film komedi favorit. Science membuktikan tertawa adalah cara ampuh untuk meredakan stress.
5. Berjalan – jalan dengan seseorang yang kita sayangi bisa meredakan stress. Gandeng orang yang kita sayangi dan ajak dia berjalan – jalan sebentar di taman. Nikmati matahari terbenam bersama – sama. Bicarakan hal – hal yang indah bersamanya.

Sumber : by : Lina,http://www.infocantik.com/category/sehat-dan-bugar
December 26, 2009 by Admin,Filed under Sehat dan Bugar
Dikutip Pada : 19/12/2010

5 Langkah Mendapatkan Kulit Indah

5 langkah sederhana untuk mendapatkan kulit bersih dan indah, berikut adalah tips sederhana yang dapat kita lakukan untuk merawat keindahan kulit kita.

1. Bersihkanlah wajah Anda secara hati-hati dengan pembersih di pagi dan sore hari. Kulit yang bersih lebih tahan terhadap jerawat dan bintik-bintik.
2. Bersihkan sisa tata rias dan pembersih dengan toner, yang menjadikan kulit terasa segar kembali.
3. Ikuti dengan pemakaian pelembab yang melembutkan dan melindungi kulit, serta mencegah dehidrasi.
4. Krim malam menutrisi dan memperbaiki kulit Anda ketika Anda tidur.
5. Sebagai perawatan khusus, gunakan scrub dan masker sekali atau dua kali seminggu, dimana hal tersebut akan meningkatkan efisiensi dari rutinitas harian Anda.

Sumber : http://www.infocantik.com/category/tips-kecantikan
December 25, 2009 by Admin,Filed under Tips Kecantikan
Dikutip pada : 19/12/2010

Cara Cantik Alami Olahan Sendiri

Sejak jaman dahulu, bahan alami seperti tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan banyak diminati dalam perawatan kulit dan kecantikan. Selain bersifat ringan dan aman (tidak mengandung bahan kimia) juga lebih efektif dan ekonomis. Bahan-bahannya pun mudah kita dapat dari lingkungan sekitar dan dapat kita olah sendiri sehingga lebih higienis.

* Conditioner alami

Campurkan semangkuk alpukat yang telah diblender dengan satu sendok makan madu dan jeruk lemon. Campur rata lalu oleskan pada ujung rambut. Diamkan selama 10 menit dan bilas hingga bersih.

* Masker untuk kulit kering

Untuk membuat kulit wajah yang kering menjadi lebih segar dan tampak cerah, campurkan semangkuk yogurt tanpa rasa dengan satu sendok makan sari jeruk dan sari lemon hingga rata. Kemudian oleskan pada wajah (hindari daerah sekitar mata) dan diamkan sekitar 15 menit lalu bilas dengan air dingin.

* Tabir surya alami

Campurkan timun yang sudah diblender dengan krim pelembab dan penyegar bunga mawar kemudian bekukan di freezer. Bila hendak dipakai, keluarkan dahulu sebentar dari freezer dan oleskan pada wajah sebagai pelembab sebelum memakai bedak. Anti oksidan pada timun mampu menahan efek buruk dari sinar matahari.

* Mengecilkan pori-pori dan menyegarkan wajah

Cuci bersih belimbing dan potong tipis-tipis kemudian tempelkan pada bagian wajah yang berpori-pori besar dan banyak mengeluarkan minyak. Diamkan selama 5 menit lalu bilas dengan air dingin. Vitamin C dan A dari belimbing efektif membantu mengecilkan pori-pori dan menyejukkan wajah . Kandungan mineralnya membantu mengurangi kelelahan kulit serta membuat wajah segar berseri.

* Mengurangi bintik hitam dan melembabkan

Campurkan 50 cc yoghurt putih tanpa rasa dengan 2 sendok makan madu dan satu buah pisang yang dihancurkan hingga rata. Oleskan campuran ini sebagai masker wajah dan leher dan diamkan selama kurang lebih 10 menit. Kemudian bilas dengan air dingin. Lakukan masker ini seminggu sekali untuk membantu menghilangkan bintik hitam di wajah.

Sumber : http://www.infocantik.com/category/tips-kecantikan
July 11, 2010 by ladangberkat,Filed under Tips Kecantikan
Dikutip Pada : 19/12/2010

Khasiat Buah dan Herbal Bagi Kulit

Buah-buahan dan tanaman herbal memiliki banyak kandungan bahan alami yang berkhasiat bagi kecantikan kulit. Dengan mengetahui khasiat yang terkandung didalamnya, maka kita dapat memilih dan menggunakannya sesuai dengan kondisi kulit dan perawatan yang kita butuhkan untuk memperolet kulit impian yang cantik alami.

Bengkuang
Bahan alaminya dapat mencegah pigmentasi kulit dan menghilangkan bintik hitam

Jeruk
Kandungan vitamin C yang tinggi pada jeruk dapat mencerahkan kulit kusam dan kering

Apel
Campuran apel yang diblender dengan madu dapat mencerahkan kulit normal

Teh Hijau
Mengandung antioksidan yang tinggi untuk melembapkan, menyegarkan serta mencerahkan kulit

Timun
Berkhasiat untuk menghaluskan kulit dan menghilangkan jerawat. Dapat juga untuk mengatasi mata lelah

Pepaya
Enzim yang terkandung didalam pepaya mampu mengatasi kulit yang kering dan pecah-pecah

Daun Mint
Berkhasiat untuk melembapkan dan menyejukkan kulit

Kentang
Campuran kentang dan penyegar air mawar dapat melembutkan dan mencerahkan kulit

Pisang
Mengandung banyak vitamin dan mineral yang menyehatkan kulit

Minyak Zaitun
Mengandung bahan alami yang dapat mencerahkan kulit, menghaluskan dan mengangkat sel-sel kulit mati

Coklat bubuk
Ekstrak coklatnya mengandung pelembap yang sangat tinggi dan mampu mengatasi kulit kering serta dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet


Sumber : http://www.infocantik.com/category/tips-kecantikan,
July 11, 2010 by ladangberkat,Filed under Tips Kecantikan
Dikutip pada : 19/12/2010

resep masakan : Opor Ati Ayam Pedas

Bahan :

* 10 bh ati ayam
* 10 bh ampela ayam
* 750 ml santan kental (dari 1/2 butir kelapa)
* 10 bh cabai rawit merah
* 2 btg serai, ambil putihnya dan memarkan
* 6 lembar daun jeruk
* 1 lembar daun kunyit, simpulkan
* minyak secukupnya untuk menumis

Bumbu yang dihaluskan :

* 5 siung bawang putih
* 8 butir bawang merah
* 5 bh kemiri
* 1 cm lengkuas
* 1 cm kunyit
* 3 cm jahe
* 1 sdt ketumbar
* 1 sdt merica halus
* 1 sdt gula pasir
* 1/4 sdt jintan
* garam secukupnya

Cara membuat :

1. Tumis bumbu yang dihaluskan bersama daun jeruk, serai dan daun kunyit hingga harum.
2. Masukkan ati ayam dan ampela, aduk rata hingga bumbu meresap.
3. Tambahkan santan, aduk rata dan masak hingga mendidih.
4. Masak terus hingga santan berkurang setengahnya lalu masukkan cabai rawit.
5. Masak hingga matang dan kuah mengental.
6. Angkat dan siap dihidangkan.


Sumber : http://www.infocantik.com/category/resep-masakan
August 12, 2010 by ladangberkat,Filed under Resep Masakan
Dikutip pada : 19/12/2010

Senin, 25 Oktober 2010

TAHAP STORMING : KONFLIK DALAM KELOMPOK

􀀩 Munculnya disagreement, pertengkaran dan friksi diantara anggota kelompok
yang melibatkan kata-kata, emosi dan tindakan.
13
Tahap-tahap perkembangan konflik:
1. Disagreement
􀀩 perlu segera diindentifikasi disagreementnya:
• apakah benar-benar ada atau sekedar kesalahpahaman
• apakah perlu segera ditangani atau terselesaikan sendiri
• jika benar-benar ada dan menyangkut beberapa faktor situasional
minor
2. Confrontation
􀀩 dua orang atau lebih saling bertentangan → verbal attack.
􀀩 diakhir tahap ini, tingkat koalisi (sub kelompok dalam kelompok)
dimana anggota kelompok menjadi terpolarisasi (membentuk blok-blok).
3. Escalation
􀀩 pada tahap ini, anggota kelompok menjadi semakin kasar, suka
memaksa, mengancam, sampai pada kekerasan fisik → timbul mosi tidak
percaya (distrust), frustasi dan negatif reciprocity.
4. Deescalation
􀀩 berkurang atau menurunnya konflik
􀀩 anggota mulai sadar waktu dan energi yang terbuang sia-sia dengan
berdebat
Mekanisme pengolahan konflik:
a. Negosiasi : secara interpersonal sengan asumsi bahwa tiap orang akan
mendapatkan keuntungan dengan adanya situasi
- distributive issues : negosiasi berhasil, satu pihak puas, pihak yang lain
mengikuti karena pihak yang lain itu memiliki power
- integrative issues : negosiasi berhasil, kedua pihak merasa puas (win
win solution)
b. Membangun kepercayaan : dengan mengkomunikasikan keinginan
individu secara hati-hati dan harus konsisten antara apa yang diomongkan
dengan perilaku aktualnya
5. Conflict Resolution
􀀩 tiap konflik sampai pada tahap ini, meskipun tidak semua pihak puas
akan hasilnya
Penyebab konflik :
1. Interdepence
􀀩 tidak semua interdependence menyebabkan konflik, jika:
a. ada kerjasama antar anggota dalam interdepence shg konflik ↓
b. ada kompetisi antar anggota dalam interdepence shg konflik ↑
Deutch (1949):
􀂄 pure cooperation → promotive interdependence : dengan menolong
􀂄 pure competition → contrient interdependence : anggota bisa meraih
tujuannya hanya jika anggota lain gagal memilihnya
14
2. Influence stategies
􀀩 strategi-strategi untuk mempengaruhi orang lain, ancaman, hukuman
dan negatif reinforcement → meningkatkan konflik
3. Misunderstanding dan misperception

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

TAHAP FORMING

A. Pandangan Psikoanalisis
Freud : orang bergabung dalam kelompok karena keanggotaan dapat
memuaskan kebutuhan dasar biologis dan psikologis tertentu
Ada 2 proses pembentukan kelompok, yaitu:
1. Identifikasi
􀀩 energi emosi individu (libido) diarahkan ke dirinya dan orang lain.
Individu menjadikan orang lain (orang tua) sebagai model egonya → EGO
IDEAL. Penerimaan orang tua sebagai objek kasih sayang anak akan
membentuk ikatan yang kuat → kepuasan melalui sense of belonging,
kesalingtergantungan, perlindungan terhadap ancaman luar dan
meningkatkan self development.
2. Transferen
􀀩 bagaimana pembentukan kelompok pada masa awal kehidupan
individu mempengaruhi perilaku kelompok selanjutnya. Individu melihat
pemimpin kelompok sebagai figur otoritas sebagaimana individu
menganggap orang tuanya.
B. Pandangan Sosiobiologi
􀀩 Menurut pandangan ini, orang bergabung dengan kelompok untuk
memuaskan keinginan yang kuat untuk berafiliasi secara biologis.
􀀩 Didasarkan teori evolusi dari Charles Darwin : bergabung dengan anggota
lain dari satu spesies merupakan ekspresi strategi yang stabil secara evolusioner
dan kultural dari individu yang dapat meningkatkan rerata kesuksesan
reproduksi.
C. Pandangan Proses Pembandingan Sosial
􀀩 Leon Festinger (1950, 1954) : orang membutuhkan orang lain karena mereka
membutuhkan informasi tentang diri mereka dan lingkungan mereka dan
kebutuhan akan informasi. Ini hanya dapat dipenuhi dari orang lain. Individu
membandingkan diri mereka dengan orang lain tentang keyakinan, opini dan
sikap mereka → apakah benar, valid, sesuai.
D. Pandangan Pertukaran Sosial
􀀩 Model ketertarikan kelompok, dengan mempertimbangkan :
1. reward
2. cost
→ minimax principle (berusaha untuk mendapatkan reward yang sebesarbesarnya
dan mengurangi cost yang sekecil-kecilnya).

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa

Menurut Gustave Le Bon, massa itu mempunyai sifat-sifat psikologis
tersendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan berbuat sesuatu,
yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat bila individu itu tidak tergabung
dalam suatu massa. Sehingga massa itu seakan-akan mempunyai daya
melarutkan individu dalam suatu massa, melarutkan individu dalam jiwa massa.
Seperti yang dikemukakan oleh Durkheim bahwa adnaya individual mind dan
collective mind, yang berbeda satu dengan yang lain. Menurut Gustave Le Bon
dalam massa itu terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law
mental unity, yaitu bahwa massa adalah kesatuan mind, kesatuan jiwa.
Menurut Allport, sekalipun kurang dapat menyetujui tentang collective
mind tetapi dapat memahami tentang pemikiran adanya kesamaan (conformity),
tidak hanya dalam hal berpikir dan kepercayaan, tetapi juga dalam hal perasaan
(feeling) dan dalam perbuatan yang tampak (overt behaviour).

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Individu Dalam Massa

• Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan
irasional, menurut secar membabi buta pada pemimpin
• Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan → agresi
Teori frustasi-agresi dari Fuller-Miller, mengemukakan:
• agresivitas merupakan cerminan dari frustasi yang dirasakan oleh massa
• kuat lemahnya tergantung besar kecilnya hambatan dalam mencapai
tujuan tersebut
Menurut Sidis, individu dalam massa akan terkena hipnotis bentuk ringan
sehingga pertimbangan kritis hilang

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Proses Dinamika Gerakan Massa

Proses Dinamika Gerakan Massa
1. Pemusatan perhatian
2. Penciptaan suasana kebersamaan
3. Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
4. Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Jenis-jenis Gerakan Massa (Danzigers)

1. Gerakan Massa Progresif
→ merombak norma lama, membentuk norma baru
2. Gerakan Massa Status Quo
→ mempertahankan norma lama (konservatif)
3. Gerakan Massa Reaksioner
→ orang yang bersikap untung-untungan
→ lebih lunak/fleksibel, tidak tegas yang penting golongannya tidak
dirugikan

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Penyebab Gerakan Massa

Salah satu pandangan berpendapat bahwa manusia itu merupakan
individu yang mempunyai dorongan-dorongan atau keinginan-keinginan yang
pada prinsipnya membutuhkan pemuasan atau pemenuhan. Tetapi dalam
kenyataannya tidak semua dorongan atau keinginan itu dapat dilaksanakan
secara baik. Dorongan atau keinginan yang tidak memperoleh pelepasan,
terdorong dan tersimpan dalam alam bawah sadar, yang pada suatu ketika akan
muncul kembali diatas sadar bila keadaan memungkinkan.
Salah satu pendapat yang dikemukakan oelh Freud bahwa struktur pribadi
manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu das es atau the id, yaitu berupa dorongandorongan
yang pada dasarnya dorongan-dorongan tersebut membutuhkan
pemenuhan, ingin muncul dan ingin keluar. Yang kedua adalah das ich atau the
ego, yang merupakan sensor untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitarnya
terutama dengan norma-norma. Yang ketiga, yaitu das uber ich atau the
super ego, merupakan kata hati yang berhubungan dengan moral baik buruk.
Dalam kehidupan bermasyarakat adanya norma-norma tertentu yang
merupakan pedoman-pedoman yang membatsi gerak atau perilaku anggota
masyarakat. Dengan adanya norma-norma itu sebagai anggota masyarakat yang
baik tidak dapat berbuat seenaknya. Ini berarti bahwa norma-norma itu
berfungsi menyesuaikan dengan keadaan lingkungan, yaitu menyesuaikan
dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.
Atas dasar uraian diatas dapat dikemukakan salah satu analisis mengenai
perbuatan massa adalah berdasarkan atas faktor psikologis yang mendasarinya,
yaitu orang bertindak dalam massa atas dorongan-dorongan yang muncul dari
11
bawah sadar yang semula ditekannya. Karena itu bila banyak hal ditekan
merupakan suatu pertanda yang kurang baik, sebab pada suatu waktu dapat
muncul dipermukaan bila keadaannya memungkinkan, slah satu bentuk adalah
dalam massa.

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Massa Aktif dan Massa Pasif (Park dan Burges)

1. Massa aktif yang disebut dengan mob terbentuk karena telah adanya
tindakan-tindakan nyata, misalnya demonstrasi, perkelahian massal, dsb
Menurut Mc Laughlin, paling tidak ada 3 kondisi yang melatarbelakangi,
yaitu:
• adanya problem yang cukup serius
• upaya penyelesaian problem yang tertunda
• adanya keyakinan dalam kelompok massa bahwa problem harus
diselesaikan
10
Faktor-faktor yang menyebabkan massa aktif :
• perasaan tidak puas
→ bertukar pikiran → ide baru → perbuatan yang selalu diulang →
jika sudah matang ‘massa’
• tekanan jiwa masyarakat
→ memuncak dan meledak
2. Massa pasif yang disebut dengan audience adalah kumpulan orangorang
yang belum melakukan tindakan nyata, misalnya orang-orang
berkumpul untuk mendengarkan ceramah, menonton sepakbola, dll

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-101-2010

Massa Abstrak dan Massa Kongkrit (Mennicke, 1948)

1. Massa Abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang sama sekali belum
terikat satu kesatuan, norma, motif dan tujuan.
Alasan timbul :
• ada kejadian menarik
• individu mendapat ancaman
• kebutuhan tidak terpenuhi
2. Massa Kongkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri:
Ciri-ciri:
• adanya kesatuan mind dan sikap
• adanya ikatan batin dan persamaan norma
• ada struktur yang jelas
• bersifat dinamis dan emosional, sifat massa jelas

Massa Abstrak:
Ego pribadi
Tercermin dalam diri pemimpin

Massa Kongkret:
Ego massa
Kepentingan masih kritis, masih kongkret

Antara masssa abstrak dan massa kongkrit kadang-kadang mempunyai
hubungan, dalam arti bahwa masa abstrak dapat berkembang atau berubah
menjadi massa yang kongkrit dan sebaliknya masa kongkrit dapat berubah
menjadi massa abstrak. Tetapi ada kalanya masa abstrak bubar tanpa adanya
bekas.

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Mengapa seseorang masuk dalam kelompok?

􀂙 Menurut Forsyth :
1. Pemuasan kebutuhan-kebutuhan psikologis (mis: rasa aman, cinta)
2. Meningkatkan ketahanan yang adaptif
3. Kebutuhan akan informasi
􀂙 Menurut Shaw :
1. Ketertarikan interpersonal
2. Aktivitas kelompok
3. Tujuan Kelompok
4. Keanggotaan kelompok
5. Efek instrumental dari keanggotaan kelompok (kemudahan-kemudahan
yang didapat dalam sebuah kelompok)
􀂙 Menurut Robbins (1998) :
1. Keamanan
2. Status
3. Penghargaan diri
4. Pertalian
5. Kekuasaan
6. Pencapaian tujuan

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Mengapa seseorang masuk dalam kelompok?

􀂙 Menurut Forsyth :
1. Pemuasan kebutuhan-kebutuhan psikologis (mis: rasa aman, cinta)
2. Meningkatkan ketahanan yang adaptif
3. Kebutuhan akan informasi
􀂙 Menurut Shaw :
1. Ketertarikan interpersonal
2. Aktivitas kelompok
3. Tujuan Kelompok
4. Keanggotaan kelompok
5. Efek instrumental dari keanggotaan kelompok (kemudahan-kemudahan
yang didapat dalam sebuah kelompok)
􀂙 Menurut Robbins (1998) :
1. Keamanan
2. Status
3. Penghargaan diri
4. Pertalian
5. Kekuasaan
6. Pencapaian tujuan

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Orientasi Teoritis Dalam Dinamika Kelompok

Efektivitas kelompok dipengaruhi:
1. Tujuan → mudah dimengerti oleh anggota kelompok, relevan dengan
kebutuhan anggota, mengisyaratkan saling ketergantungan dan
membangkitkan komitmen tingkat tinggi dari anggota untuk mencapainya.
2. Anggota harus mengkomunikasikan ide-ide dan perasaan
3. Partisipasi dan kepemimpinan harus terdistribusikan antar anggota
􀂾 Tanggung jawab
􀂾 Semua orang terlibat dalam pekerjaan kelompok, setia terhadap
kebutuhan kelompok dan puas terhadap keanggotaannya
􀂾 Sumber daya (potensi anggota dimanfaatkan)
􀂾 Meningkatkan kohesivitas kelompok
4. Prosedur pengambilan keputusan → tepat dan fleksibel
5. Kekuasaan dan pengaruh → keahlian kemampuan
6. Konflik → kontroversi ide / opini
Pemicu : - kebutuhan
- kelangkaan sumber daya (uang, power)
- persaingan
Cara mengatasinya:
􀂃 Harus bernegosiasi → sama-sama puas dan tidak memperlemah
􀂃 Kerjasama
􀂃 Saling ketergantungan
7. Kohesivitas meningkat
􀂾 Saling menyukai
􀂾 Ingin terus menjadi bagian kelompok
􀂾 Puas terhadap keanggotaan
􀂾 Tingkat penerimaan, dukungannya dan kepercayaan meningkat
8. Kemampuan memecahkan masalah
􀂾 Merasakan adanya masalah
􀂾 Mencari dan menetapkan solusi
􀂾 Mengevaluasi efektivitas solusi

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 25-10-2010

Minggu, 24 Oktober 2010

B. Pengertian Kelompok

1. Interaksi Interpersonal
a) Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi
satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang
jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat
berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
b) Bonner (1959) : kelompok adalah sejumlah individu yang
berinteraksi dengan individu yang lain.
c) Stogdill (1959) : satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi
tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
2. Persepsi Keanggotaan
a) Smith (1945) : kelompok sosial adalah satu unit yang terdiri dari
sejumlah organisme yang mempunyai persepsi kolektif tentang
kesatuan mereka dan mempunyai kemampuan untuk berbuat dan
bertingkah laku dengan cara yang sama terhadap lingkungan
b) Bales (1950) : kelompok kecil adalah sejumlah orang yang
berinteraksi secara langsung dimana masing-masing anggota
menerima persepsi dan impresi pertama dengan yang lain dan
memberi reaksi satu dengan yang lain.
2
3. Kesaling tergantungan
a) Lewin (1951) : konsep tentang kelompok sebagai satu dinamika
haruslah memasuki definisi tentang kesaling tergantungan anggota.
b) Friedler (1967) : kelompok itu adalah individu yang mempunyai
takdir bersama dimana jika satu kejadian mempengaruhi seseorang
dalam kelompok maka anggota lain akan terpengaruh.
c) Cartwright dan Zender (1968) : kelompok itu sekumpulan individu
yang mempunyai hubungan antar anggota yang satu dengan yang
lain yang membuat mereka saling tergantung dalam tingkatan
tertentu.
4. Tujuan
a) Mills (1967) : kelompok adalah satu unit yang terdiri dari dua orang
atau lebih yang bekerja sama atau melakukan kontak untuk
mencapai satu tujuan dan yang mempertimbangkan kerjasama
diantara kelompok sebagai satu yang berarti.
b) Freedman (1936) : orang masuk dalam kelompok antara lain dalam
rangka mencapai tujuan kelompok tersebut.
5. Motivasi
a) Catell (1951) : kelompok adalah sekumpulan organisme yang saling
berhubungan satu dengan lain untuk memenuhi kebutuhan tiap
anggota.
b) Bass (1960) : kelompok adalah sekumpulan individu dimana
keberadaannya sebagai kelompok menjadi reward.
6. Organisasi Terstruktur
a) Mc David dan Harari : organisasi sebagai kelompok adalah sistem
terorganisasi dimana ada dua orang atau lebih individu yang
berhubungan dalam fungsi yang sama, mempunyai seperangkat
standar tentang hubungan peran anggota dan mempunyai morma
yang mengatur tingkah laku anggota kelompok.
b) Sherif dan Sherif (1959) : kelompok adalah unit sosial yang
ditandai sejumlah individu yang mempunyai status, hubungan
peran, norma tertentu yang semuanya itu mengatur tingkah laku
anggota kelompok.
c) Stogdill (1959) : satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi
tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.
7. Mutual Influence
a) Shaw (1979) : dua atau lebih individu yang berinteraksi satu
dengan yang lain dimana masing-masing anggota mempengaruhi
satu dengan yang lain.

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

diterbitkan pada 25-10-2010

Selasa, 19 Oktober 2010

PSIKOLOGI MASSA

A. Definisi
1. Psikologi Massa
a. Psikologi massa adalah studi mengenai tingkah laku banyak orang
atau kumpulan manusia mengenai kelompok-kelompok yang
terorganisir dengan longgar sekali (Kamus Lengkap Psikologi).
b. Psikologi massa adalah psikologi yang khusus mempelajari perilaku
manusia dalam loosely organized group (Chaplin, 1972).
2. Massa adalah sekumpulan banyak orang (ratusan/ribuan) yang
berkumpul dalam suatu kegiatan yang bersifat sementara.

sumber: http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 19-10-2010

Minggu, 17 Oktober 2010

Karakteristik Kelompok

1. Interaksi interpersonal → mutual influence
2. Struktur → roles, norm, intermember relations
3. Tujuan → motivasi
4. Persepsi kekelompokan → merasa sebagai satu entitas (kesatuan yang
tunggal)
5. Kesalingtergantungan

sumber: PSIKOLOGI KELOMPOK
(Oleh : Klara Innata Arishanti, S.Psi)

http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 17-10-2010

Jenis-jenis Kelompok

1. Dyad → kelompok terdiri dari 2 orang
2. Kelompok kecil → kelompok primer dimana terjadi face to face, saling
tergantung, ada identitas kelompok yang sangat kuat
3. Organisasi → sekumpulan orang yang mempunyai tujuan yang sama dan
struktur yang sangat jelas
4. Massa → sifat temporer, mempunyai tujuan yang sama, tidak berstruktur

sumber: PSIKOLOGI KELOMPOK
(Oleh : Klara Innata Arishanti, S.Psi)

http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

klara_ia.staff.gunadarma.ac.id/.../Handout+Psikologi+Kelompok.pdf.pdf

dikutip pada 17-10-2010

Interaksi Interpersonal

a) Homans (1950) : kelompok adalah sejumlah individu berkomunikasi
satu dengan yang lain dalam jangka waktu tertentu yang
jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat
berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung.
b) Bonner (1959) : kelompok adalah sejumlah individu yang
berinteraksi dengan individu yang lain.
c) Stogdill (1959) : satu sistem interaksi terbuka dimana pola interaksi
tersebut ditentukan oleh struktur sistem tersebut.

sumber: PSIKOLOGI KELOMPOK
(Oleh : Klara Innata Arishanti, S.Psi)
javascript:void(0)
http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla:en-US:official&&sa=X&ei=Hbi6TNbXKcrXcfjWydsM&ved=0CBUQvwUoAQ&q=ketertarikan+interpersonal&spell=1

chanurimas.wordpress.com/2010/10/.../ketertarikan-interpersonal/

dikutip pada 17-10-2010

Karakteristik kelompok yang efektif

Karakteristik kelompok yang efektif adalah:
• Komunikasi dua arah
• Tujuan kelompok jelas dan diterima oleh anggota
• Partisipasi merata antar anggota
• Kepemimpinan didasarkan pada kemampuan dan informasi, buka posisi dan kekuasaan
• Kesepakatan diupayakan untuk keputusan yang penting
• Kontroversi dan konflik tidak diabaikan, diin
gkari atau ditekan
• Kesejahteraan anggota tidak dikorbankan hanya untuk mencapai tujuan
• Secara berkala anggota membahas efektivitas kelompok dan mendiskusikan cara memperbaiki fungsinya

sumber:
http://www.google.co.id/search?q=pengertian+dinamika+kelompok&btnG=Telusuri&hl=id&client=firefox-a&hs=1di&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&sa=2

khairilusman.files.wordpress.com/.../dinamika_kelompok2.doc

dikutip pada 17-10-2010

B. Penelitian Lapangan ( field study )

Sebenarnya Field study atau penelitian lapangan merupakan anak cabang dari metode eksperiment. Tidak banyak yang bisa dijelaskan karena keterbatasan informasi yang saya miliki. Mudahnya field study merupakan kebalikan dari laboratorium eksperiment. Di mana perbedaannya? Sudah jelaskan bahwa lapangan bersifat terbuka dan laboratorium bersifat tertutup seperti yang telah kita ketahui bersama. Nah di dalam penelitian lapangan, kelompok eksperiment masih dapat berhubungan dengan factor-faktor lain, termasuk didalamnya factor gangguan.

Kelebihannya adalah kebalikan dari kekurangan di laboratorium eksperiment, yaitu penelitian ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kekurangannya merupakan kebalikan dari kelebihan di laboratorium eksperiment, yaitu tidak fokusnya kepastian hubungan sebab akibat karena sulit mengatur factor gangguan didalamnya.

Sebagai info tambahan. Apakah kalian tahu perbedaan anatara field study dengan case study?? Karena pada awalnya saya piker mereka memiliki persamaan pengertian. Namun lebih lanjut mereka berbeda, maksudnya dari artinya saja sudah berbeda: Field Study ( Penelitian Lapangan ) dan Case study ( Penelitian kasus ). Tapi ternyata perbedaan lain yang salah satunya saya mengerti adalah: Bahwa penelitian eksperiment atau field study ( dalam hal ini ) satu variable peneliti mengarahkan perhatiannya hanya pada satu jenis tingkah laku dalam jumlah yang terbatas, sedangkan studi kasus merupakan penggambaran subjek penelitian dalam keseluruhan tingkah laku.

sumber: http://psikologikelompok.wordpress.com/2010/10/07/pendekatan-empiris-dan-sub-sub-pendekatannya/

dikutip pada 17-10-2010

A. Experiment Laboratorium (experiment labolatorium).

Sebelum kita masuk ke “apa itu” Experiment laboratorium, maka ada baiknya kita berkenalan dulu dengan “apa itu” ekperiment atau metode experiment. Penelitian experiment semula diperkenalkan oleh Wilhelm.M.Wundt, berasal dari ilmu alam dan cabang ilmu yang pertama memakai metode ini adalah Psikologi. Dan dari metode eksperiment inilah kita perluasannya,yaitu:

* Kuantifiasi
* Aplikasi praktis, dll

Nah dalam metode experiment ada yang dinamakan kelompok eksperiment dan kelompok control. Kelompok eksperiment adalah kelompok yang diberi stimulus, sedangkan yang control tidak diberi stimulus apapun.

Urutan metode eksperiment menurut kesimpulan saya:

* Penguji mengadakan test pemula ( awal ) sebelum subjek dimasukan ke 2 kelompok ( eksperiment atau control ).
* Subjek masuk ke salah satu kelompok ( eksperiment atau control )
* Penguji mengadakan test ulang, guna mengetahui ada tidaknya pengaruh dari percobaan.

Sepanjang keterangan saya, saya belum menjelaskan soal “apa itu” experiment laboratorium bukan?? Nah sekarang saya akan memaparkannya. Dari kata “laboratorium” kita bisa membayangkan suatu ruangan dengan subjek dan penguji didalamnya. Yak!! Salah satu dari pengertiannya memang berhubungan dengan itu. Pengertian formalnya adalah: Penelitian laboratorium dilakuakan diruangan tertutup, yang dimana kelompok yang diberi stimulus ( eksperiment ) dihindari dari gangguan-gangguan yang mungkin terjadi sehingga subjek bisa focus. Kelebihan dari penelitian ini adalah fokusnya hubungan sebab akibat sehingga lebih sah dan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Sedangkan kelemahannya adalah karena dilakukan di laboratorium, belum tentu penelitian ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

sumber: http://psikologikelompok.wordpress.com/2010/10/07/pendekatan-empiris-dan-sub-sub-pendekatannya/

dikutip pada 17-10-2010

Pendekatan Empiris

Empiris dalam ilmu filsafat menekankan pada pengalaman sebagai sumber dari ilmu pengetahuan. Dan jika kita tela-ah menurut asal bahasanya, maka empiris berasal dari bahasa Yunani, yaitu empiria yang artinya coba-coba,pengalaman atau pengamatan. Disini saya coba menyimpulkan pandangan empiris dari 2 pengertian ini, yaitu suatu cara menemukan pengetahuan dengan cara mengamati dan coba-coba. Dari sini kita sudah bisa membedakan antara pendekatan ini dengan pendekatan teoritis.

Sama halnya seperti pendekatan teoritis. Pendekatan empiris juga memiliki beberapa sub bab. Salah satunya yang coba akan saya jelaskan adalah experiment labolatorium dan field study.

sumber: http://psikologikelompok.wordpress.com/2010/10/07/pendekatan-empiris-dan-sub-sub-pendekatannya/

dikutip pada 17-10-2010

teori Produktivitas kelompok

Teori Percakapan Kelompok (Group Achievement Theory) Teori percakapan kelompok ini sangat berkaitan dengan produktivitas kelompok atau upaya-upaya untuk mencapainya melalui

Teori Prestasi / Produktivitas Kelompok (Stogdill, 1956) Teori ini dikembangkan dari 3 teori yang berbeda orientasi, sbb.: a. Orientasi penguat, yaitu teori-teori tentang belajar.

Perkembangan teori-teori organisasi dapat dilihat dan dikaji sejak sejak tahun hubungan sosial, dan sikap terhadap supervisi dan pekerjaan yang menentukan produktivitas kelompok

Biasanya kohesivitas ini dikaitkan dengan produktivitas kelompok. Namun tidak semua bentuk Look at Communication Theory, membahas komunikasi organisasi mengikuti teori

sumber: http://mediaindonesia.co.cc/search/label/teori+Produktivitas+kelompok

dikutip pada 17-10-2010

Sabtu, 16 Oktober 2010

Teori Sintalitas

Teori ini dikembangkan oleh Cattel, seorang yang lahir di Hilltop, Bromwich Barat, atau mudahnya di England ( Inggris ) pada tanggal 20 maret 1905. Cattel berpendapat bahwa untuk membuat perkiraan ilmiah membutuhkan dan harus dapat diukur dan diklasifikasikan.

Maka dari dasar pemikiran itulah dia menjelaskan tentang kelompok yang seharusnya memiliki kepribadian yang dapat dipelajari. Hal ini jelas mematahkan penjelasan bahwa kelompok bersifat dinamis atau terus berubah. Dapat saya simpulkan bahwa jika kelompok dapat dipelajarinya kepribadiannya, maka ada sebuah perilaku didalamnya yang dapat membentuk kepribadian, dan jika ad perilaku dalam kelompok, maka ada yang membuat perilaku tersebut ( dalam hal ini adalah anggota kelompok ). Dan jika perilaku dan struktur yang khas itu dapat dipelajari dan dijadikan suatu hal yang harus ada dalam kelompok, maka tak akan ada pengaruh pada pergantian anggota didalamnya.

Cattel menjelaskan, bahwa setidaknya ada suatu panel / atau tuas didalam setiap kelompok yang saling bergantung satu sama yang lainnya, yaitu:

* Sifat sintalitas, yaitu pengaruh suatu kelompok terhadap kelompok lain.
* Sifat Struktur kelompok, yaitu afeksi dan keakraban anatar anggota kelompok.
* Sifat populasi, yaitu sifat rata-rata dari tiap individu di kelompok.

Dan sebagai tambahan, Cattel juga memaparkan tentang aspek penting dalam kelompok, yaitu eksistensi kelompok yang tergantung pada kebutuhan anggotanya. Hal ini sudah sangat jelas, bahwa tidak akan ada kelompok jika tidak ada anggota dan tujuan yang sama didalam nya ( pengertian kelompok secara umum )

Sumber referensi:

* http://ayurai.blog.friendster.com
* http://prari007luck.wordpress.com/
http://psikologikelompok.wordpress.com/2010/10/06/pendekatan-teoritis-dan-teori-sintalitas/

dikutip pada : 16/10/2010

Pengertian dinamika kelompok

Dinamika kelompok merupakan suatu kelompok yang terdiri dari dua atau lebih individu yang memiliki hubungan psikologi secara jelas antara anggota satu dengan yang lain yang dapat berlangsung dalam situasi yang dialami secara bersama. Dinamika kelompok juga dapat didefinisikan sebagai konsep yang menggambarkan proses kelompok yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah. Dinamika kelompok mempunyai beberapa tujuan, antara lain:
• Membangkitkan kepekaan diri seorang anggota kelompok terhadap anggota kelompok lain, sehingga dapat menimbulkan rasa saling menghargai
• Menimbulkan rasa solidaritas anggota sehingga dapat saling menghormati dan saling menghargai pendapat orang lain
• Menciptakan komunikasi yang terbuka terhadap sesama anggota kelompok
• Menimbulkan adanya i’tikad yang baik diantara sesama anggota kelompok.
Proses dinamika kelompok mulai dari individu sebagai pribadi yang masuk ke dalam kelompok dengan latar belakang yang berbeda-beda, belum mengenal antar individu yang ada dalam kelompok. Mereka membeku seperti es. Individu yang bersangkutan akan berusaha untuk mengenal individu yang lain. Es yang membeku lama-kelamaan mulai mencair, proses ini disebut sebagai “ice breaking”. Setelah saling mengenal, dimulailah berbagai diskusi kelompok, yang kadang diskusi bisa sampai memanas, proses ini disebut ”storming”. Storming akan membawa perubahan pada sikap dan perilaku individu, pada proses ini individu mengalami ”forming”. Dalam setiap kelompok harus ada aturan main yang disepakati bersama oleh semua anggota kelompok dan pengatur perilaku semua anggota kelompok, proses ini disebut ”norming”. Berdasarkan aturan inilah individu dan kelompok melakukan berbagai kegiatan, proses ini disebut ”performing”. Secara singkat proses dinamika kelompok dapat dilihat pada gambar berikut:







Alasan pentingnya dinamika kelompok:
• Individu tidak mungkin hidup sendiri di dalam masyarakat
• Individu tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi kehidupannya
• Dalam masyarakat yang besar, perlu adanya pembagian kerja agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik
• Masyarakat yang demokratis dapat berjalan baik apabila lembaga sosial dapat bekerja dengan efektif

Sumber : http://www.google.co.id/search?q=pengertian+dinamika+kelompok&btnG=Telusuri&hl=id&client=firefox-a&hs=1di&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&sa=2

khairilusman.files.wordpress.com/.../dinamika_kelompok2.doc

dikutip pada :16/10/2010

Pengertian kelompok

Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y. Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat ”the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence”. H. Smith menguraikan bahwa kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok:
• Mengerti akan tujuan yang dibebankan di dalam kelompok tersebut
• Adanya saling menghomati di antara anggota-anggotanya
• Adanya saling menghargai pendapat anggota lain
• Adanya saling keterbukaan, toleransi dan kejujuran di antara anggota kelompok
Menurut Reitz (1977) kelompok mempunyai karakteristik sebagai berikut:
• Terdiri dari dua orang atau lebih
• Berinteraksi satu sama lain
• Saling membagi beberapa tujuan yang sama
• Melihat dirinya sebagai suatu kelompok
Kesimpulan dari berbagai pendapat ahli tentang pengertian kelompok adalah kelompok tidak terlepas dari elemen keberadaan dua orang atau lebih yang melakukan interaksi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

sumber: http://www.google.co.id/search?q=pengertian+dinamika+kelompok&btnG=Telusuri&hl=id&client=firefox-a&hs=1di&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&sa=2

khairilusman.files.wordpress.com/.../dinamika_kelompok2.doc
dikutip pada : 16/10/2010

Senin, 21 Juni 2010

Resep Martabak Durian

Bahan Kulit:
225 gr tepung terigu
30 gr gula pasir
1/4 sdm baking powder
1/2 sdt garam
300 ml air
1/2 sdt ragi instan
1 btr telur, kocok lepas
1/4 sdm soda kue
30 gr gula pasir
1 sdm mentega, lelehkan

Bahan Isi:
200 gr daging durian
250 ml susu cair
50 gr gula pasir
1/4 sdt garam
8 tetes pewarna kuning
2 sdm tepung maizena, ditambah 50 ml air

Cara membuat:
1. Isi: Aduk dan masak daging durian, susu, gula pasir, garam, dan pewarna kuning, masak. Setelah beruap, masukkan larutan maizena. Masak sambil diaduk hingga meletup-letup. Angkat, dinginkan.
2. Martabak: Ayak tepung terigu dan baking powder, tambahkan gula pasir, dan garam. Aduk rata. Tambahkan air sedikit-sedikit, sambil dikeplok-keplok selama 15 menit.
3. Masukkan ragi instan, aduk rata. Diamkan 30 menit.
4. Tambahkan telur, soda kue, gula pasir, dan mentega leleh. Aduk rata.
5. Panaskan wajan antilengket mini, tuang adonan, masak hingga berlubang-lubang. Oles mentega, lalu oleskan isi durian. Tangkupkan.
6. Oles mentega kembali, angkat, lalu hidangkan.

Untuk 12 buah

sumber : Resep dan Uji Dapur: Evi Isa
Penata Saji: T. Firta Hapsari
Jumat, 18/6/2010 | 15:09 WIB
http://female.kompas.com/read/xml/2010/06/18/15090851/martabak.durian

Makeup Natural Sehari-hari

Mengenakan makeup tak berarti Anda harus menggunakan segala warna yang ada di palet kosmetik setebal mungkin. Kosmetik sehari-hari seharusnya menonjolkan kecantikan alami Anda dan menutup kekurangan pada wajah Anda secukupnya. Menggunakan makeup natural membantu Anda tampil lebih segar, dan membuat rutinitas mengenakan makeup Anda lebih mudah dan simpel. Jika Anda memang menyukai makeup yang cukup berwarna-warni, cobalah untuk mengubah riasan sesekali. Selang-seling antara makeup tebal dan natural akan membuat penampilan Anda terlihat lebih menarik dan tak membosankan. Berikut adalah beberapa cara mudah untuk menciptakan tampilan natural cantik alami:

* Bersihkan dan beri pelembap. Karena Anda hanya akan menggunakan makeup seadanya, patut dipastikan bahwa kulit yang terlihat memiliki kecantikan alami dan bersih dari noda. Gunakan pelembap ringan harian untuk menghindari kulit terlihat atau terasa berminyak saat diaplikasikan foundation atau concealer. Selanjutnya, gunakan kuas concealer kecil untuk mengaplikasikan concealer berwarna kekuningan untuk menutup bayangan hitam di bawah mata, mencerahkan mata dan wajah. Gunakan concealer yang berwarna kehijauan untuk menutup kulit kemerahan, khususnya di sekitar hidung dan bibir.

* Aplikasikan foundation. Agar terlihat lebih ringan dan segar, jika Anda akan menggunakan foundation compact, aplikasikan dengan menggunakan spons lembap. Ini akan membuat kulit terlihat lebih lembap dan alami. Setelahnya, bubuhkan bedak tabur pada wajah menggunakan kuas berukuran besar untuk menjaga agar foundation tetap pada tempatnya dan tidak cepat luntur. Bedak tabur lebih ideal digunakan pada hari-hari yang panas, karena akan mencegah keringat menghancurkan riasan Anda.

* Tambahkan eyeshadow netral dengan shimmer atau matte pada kelopak mata. Jika Anda ingin menggunakan warna pada kelopak mata, gunakan warna tanah, seperti kecokelatan, keemasan, plum, atau hijau gelap. Jika ingin menjaga riasan mata minimal, bisa juga aplikasikan eyeliner berwarna cokelat, hitam, atau warna arang di bagian tumbuhnya bulu mata pada kelopak bagian atas.

* Berikan warna pada wajah dengan menggunakan perona pipi atau bronzer. Pemulas pipi bertekstur krem atau gel bekerja lebih efektif, karena dengan mudah digosok pada kulit wajah untuk tampilan natural. Aplikasikan bronzer pada titik-titik yang sekiranya akan memantulkan sinar matahari, misal di bagian atas tulang pipi, dahi, dagu, dan tulang hidung. Berikan pemulas pipi pada tulang pipi ke arah tumbuhnya rambut. Gunakan warna perona pipi yang warnanya mirip pipi setelah dicubit perlahan. Jangan yang terlalu gelap atau terlampau pucat.

* Maskara tepat. Tuntaskan riasan dengan menambahkan maskara dan gunakan sisir kecil khusus untuk mengusir gumpalan-gumpalan maskara membandel. Cukup aplikasikan maskara satu kali saja untuk membuatnya tetap terlihat natural. Tambahkan lipgloss untuk memberi efek berkilau dan sedikit warna pada bibir. Cukup pilih warna satu tingkat di atas warna bibir Anda.

Sumber: associated content Editor: NF Rabu, 16/6/2010 | 19:35 WIB
http://female.kompas.com/read/xml/2010/06/16/19354789/makeup.natural.sehari-hari

Dukungan Tulus bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Sam Dawson adalah seorang pria penyandang autisme yang secara mandiri menjalani hidupnya dan bekerja pada sebuah kedai kopi. Menariknya, hidup Sam pun berubah saat memiliki anak. Walaupun memiliki keterbatasan, dia terus berdedikasi menjadi ayah yang baik, yang mampu membesarkan anaknya dengan upaya dan perjuangan keras.

Itulah cerita I am Sam, film keluarga yang dirilis tahun 2001 dan dibintangi Sean Penn, aktor kawakan Amerika. Ceritanya mampu menggambarkan bagaimana seorang penyandang autisme hidup berdampingan dengan masyarakat bahkan mampu bersosialisasi. Anak autisme atau berkebutuhan khusus, bisa mandiri apabila orang-orang di sekitarnya mau menerima dan mendukungnya.

Definisi

Menurut situs Yayasan Autisme Indonesia, autisme bukanlah penyakit, tapi merupakan gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan neurologi pervasif ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan memengaruhi proses perkembangan anak. Akibatnya, anak tidak dapat otomatis belajar berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga dia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.

Dari tahun ke tahun, jumlah anak penyandang autisme terus bertambah di dunia. Tidak pandangan suku, ras, etnis, kelompok masyarakat, dan perbedaan fisik, autisme bisa terjadi pada siapa pun. Seperti informasi dari situs Autismworld, diperkirakan setiap hari ada 50 anak yang terdiagnosa autisme. Penyandangnya lebih banyak laki-laki dibanding anak perempuan dengan perbandingan 4:1.

Deteksi Autisme
Observasi perilaku bisa mulai dilakukan saat anak-anak masih berusia dini di bawah umur tiga tahun atau saat bayi sekalipun. Biasanya, para orangtua mulai merasakan ada kejanggalan dibandingkan anak-anak seumurnya. Danny Tania, Program Manager & Acting Principal Linguistic Council, memaparkan bahwa untuk membantu mendeteksi anak mengalami autisme atau tidak, bisa dilihat dari sensory processing disorders, baik berupa over sensitive atau under sensitive.

Anak-anak penyandang autisme umumnya mengalami suatu hambatan dan kerusakan fungsi bagaimana mereka memroses panca indera dari lingkungan sekitar. Akibatnya, anak penyandang autisme cenderung bersikap aneh, misalnya menarik diri, cuek, marah-marah, atau impulsif.

Langkah Tepat
Oleh karena itu, kemampuan orangtua dalam mendeteksi dini akan memberikan pengaruh yang amat bermakna bagi masa depan anak penyandang autisme. Pasalnya, tanggung jawab terbesar dan ikatan emosional dalam membesarkan anak ada di tangan mereka.

Di sinilah, orangtua memerlukan observasi akurat dan perlu melibatkan para pakar di masing-masing bidangnya. Danny menyarankan ada tiga jenis pakar yang sudah berpengalaman dalam menangani anak berkebutuhan khusus seperti autisme, yakni psikolog klinik dengan spesialisasi tumbuh kembang anak, pediatric neurologist dan terapis okupasi.

Orangtua dapat berperan sebagai asisten guru atau asisten sang psikolog. Bahkan saat pembuatan Individualize Education Plan (IEP), mereka bisa memberikan informasi penting untuk anaknya dalam tahap usia tertentu.

Untuk membantu mengasah kemampuan orangtua, mereka dapat mengikuti program pelatihan dan pendidikan kebutuhan khusus yang tersedia di Linguistic Council. Di lembaga ini, tidak hanya para orangtua, tapi guru dan pemerhati bisa mendapatkan keterampilan khusus dan pemahaman yang tepat tentang bagaimana mendeteksi, mengajar, serta membantu anak-anak berkebutuhan khusus. Contohnya autisme, disleksia, ADD/ADHD, dipraksia, atau anak-anak dengan learning difficulties.

"Jangan jauhi anak-anak berkebutuhan khusus, namun dukung mereka agar kelak dapat mandiri, menyesuaikan diri dengan orang-orang dan lingkungan sekitar. Di samping itu, juga dapat memaksimalkan potensinya dan menyumbangkan kemampuannya kepada masyarakat, dalam arti sudah bisa bekerja," ujar Danny menutup pembicaraan.


sumber : AJG/Inspiratorial Harian Kompas), Editor: NF

Sumber: Kompas Cetak Rabu, 7/4/2010 | 09:51 WIB

http://female.kompas.com/read/xml/2010/04/07/09511175/Dukungan.Tulus.bagi.Anak.Berkebutuhan.Khusus

Selasa, 18 Mei 2010

Dibutuhkan Peradilan Khusus Anak

Pemerintah Indonesia melalui Departemen Hukum dan HAM diminta membentuk sistem peradilan khusus untuk anak, terpisah dari sistem untuk orang dewasa. “Sebaiknya anak yang terkait kasus hukum tidak melalui proses peradilan karena penjara tidak baik untuk perkembangan anak,” kata pendiri Lembaga Advokasi dan Pemberdayaan Pekerja Anak (LAPA), Apong Herlina, di Jakarta, Selasa.

Ditemui pada seminar sehari RUU Sistem Pemasyarakatan bertajuk “Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak dalam RUU Sistem Pemasyarakatan”, Apong menjelaskan selama ini kebanyakan anak yang melakukan tindakan melawan hukum berusia 12-18 tahun.

Pada usia seperti itu, katanya, anak sedang dalam masa mencari jati diri dan mencoba-coba. Jika ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan untuk dewasa karena tidak adanya tempat khusus yang bisa menampung mereka, dikhawatirkan mereka akan meniru tindakan negatif napi dewasa atau dieksploitasi secara seksual.

Apong mengusulkan agar anak-anak yang melakukan kenakalan tertentu seperti mencuri sebaiknya diselesaikan dengan pendekatan restoratif. Dalam konsep restoratif, proses penanganan suatu tindak kejahatan dilakukan dengan cara mempertemukan semua pihak terkait yakni pelaku beserta keluarga, korban dan keluarganya serta unsur masyarakat. “Pihak-pihak itulah yang akan memutuskan konsekuensi apa yang harus dijatuhkan pada anak yang melanggar hukum tersebut,” katanya.

Dalam acara yang sama, Hakim Agung, Komariah Supardjaja, juga menyatakan persetujuannya terhadap wacana untuk memisahkan perlakuan hukum terhadap anak dan orang dewasa. “Anak butuh perlakuan berbeda, makanan berbeda dan sarana berbeda dari napi dewasa,” katanya.

Komariah menjelaskan, saat ini di Indonesia belum ada Undang-Undang yang secara spesifik mengatur hal tersebut sehingga para penegak hukum dan orang-orang yang peduli pada kepentingan anak sulit melakukan tindakan perbaikan terhadap perilaku anak yang melawan hukum.

Undang-Undang Perlindungan Anak Indonesia yakni UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No 3 tahun 1997 tentang Pengadilan Anak (sedang direvisi) dan UU No 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak menyatakan bahwa penangkapan, penahanan dan pemenjaraan adalah upaya terakhir yang diaplikasikan pada anak. Namun, faktanya di Indonesia 90 persen anak yang berkonflik dengan hukum masih menjalani penahanan.(*z/an)


sumber : http://matanews.com/2009/07/14/dibutuhkan-peradilan-khusus-anak/
Tue, Jul 14, 2009 at 12:36 | Jakarta, matanews.com

Kemiskinan Pengaruhi Perilaku

Hidup miskin pada masa anak-anak dapat membentuk neurobiologi perkembangan anak, yang mempengaruhi perilaku dan kesehatan serta seberapa baik mereka bekerja pada masa dewasa.

Sejumlah peneliti AS menemukan apa yang mereka sebut “biologi kemalangan” di antara orang dewasa yang hidup miskin pada masa anak-anak, terutama jika mereka hidup miskin sebelum berusia lima tahun.

Menurut studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS), awal masa anak-anak merupakan saat penting untuk membangun arsitektur otak yang membentuk kondisi kognitif, sosial dan emosional anak di masa depan.

“Anak-anak yang tumbuh dalam kondisi tidak menguntungkan kurang dapat menghadapi stres, dan ini ditunjukkan oleh hasil penelitian tentang kadar hormon, pencitraan syaraf otak dan penggambaran tingkat epigenetika,” kata Thomas Boyce dari University of British Columbia seperti dikutip AFP.

Para peneliti itu meneliti data lebih 1.500 individu yang lahir antara 1968 hingga 1975 yang diambil dari hasil penelitian demografi rumah tangga AS yang mengukur pendapatan keluarga setiap tahun selama masa anak-anak, tingkat pendidikan, dan tingkat yang dicapai dalam karir mereka, serta kesehatan dan kejahatan saat dewasa.

Mereka menemukan perbedaan mencolok pada bagaimana anak-anak itu hidup saat dewasa, tergantung pada apakah mereka miskin atau tidak sebelum berusia enam tahun.

“Dibandingkan dengan anak-anak yang keluarganya memiliki pendapatan sedikitnya dua kali dari garis kemiskinan selama awal masa anak-anak mereka, anak-anak miskin menyelesaikan sekolah dua tahun lebih lambat, bekerja 451 jam lebih sedikit per tahun, dan memiliki pendapatan kurang dari setengah.

Mereka juga menerima lebih dari 800 dolar setahun dalam bentuk kupon makan pada masa dewasa dan dua kali lebih mungkin untuk melaporkan kesehatan yang buruk secara keseluruhan atau tingkat penderitaan psikologis yang tinggi.

Anak-anak miskin juga lebih gemuk dibanding mereka yang tidak miskin, dan lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan pada masa dewasa.

Dan nasib malang berlanjut, dengan pria miskin dua kali lebih mungkin ditahan, sedangkan wanita miskin enam kali lebih mungkin memiliki anak di luar nikah dibanding mereka yang tidak miskin pada masa anak-anak. (*an/ham)


sumber : http://matanews.com/2010/02/23/kemiskinan-pengaruhi-perilaku/
Tue, Feb 23, 2010 at 06:30 | Jakarta, matanews.com

Cara Membuat Anak Berbicara

Kita sering merasa frustrasi menghadapi anak yang tidak mau menceritakan suka dukanya kepada kita. Ini tidak hanya terjadi pada anak-anak remaja, tapi juga yang masih balita. Nah, kenapa tak mencoba menerapkan salah satu dari 10 ide berikut agar buah hati mau bicara?

1. Jangan memaksa
Semakin kuat Anda memaksa mereka untuk berbicara atau bercerita, mereka akan semakin menutup diri. Bila Anda bersikap lebih santai, mereka mungkin akan lebih mudah mengungkapkan persoalan mereka.

2. Selalu ada buat mereka
Anak-anak cukup peka terhadap aktivitas Anda. Bila Anda tampak sibuk, mereka berusaha tahu diri. Tapi bila mereka melihat Anda punya waktu untuk Anda sendiri dan untuk mereka, mereka akan merasa nyaman berbicara dengan Anda.

3. Libatkan diri
Coba mulai melibatkan diri dengan cara beraktivitas bersama mereka. Misalnya, ikut bermain basket, main monopoli, bersepeda. Dengan bermain bersama, kemungkinan saling bercerita makin terbuka.

4. Tidak bersikap menghakimi
Bila Anda bersikap menghakimi pada saat mereka berbicara, di lain waktu mereka pasti tidak berminat untuk menceritakan apa yang mereka alami pada Anda. Tunjukkan keingintahuan dan rasa penasaran Anda pada apa yang mereka ceritakan dan usahakan tidak memberi komentar “benar” atau “salah”.

5. Kiat bertanya
Pertanyaan yang dimulai dengan kata “Mengapa”, cenderung menciptakan pertahanan diri. Pertanyaan dengan jawaban “ya” atau “tidak”, tidak akan memberikan respons yang banyak. Belajarlah menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang menstimulasi pembicaraan semisal, “Apa yang kamu perhatikan dari lukisan itu?” merupakan pancingan yang lebih baik daripada, “Kamu senang atau tidak dengan lukisan itu?”

6. Mobil sebagai tempat untuk ngobrol
Saat mengantar atau menjemput mereka ke sekolah atau ketika bersama-sama ke suatu tempat, ajak mereka berbicara. Di dalam mobil, kecil kemungkinan bagi Anda dan anak untuk mendapat gangguan seperti tamu yang tiba-tiba datang atau ia cuma asyik di depan komputer atau tv.

7. Beri respons
Mengetahui Anda mendengarkan dan memerhatikan apa yang mereka ceritakan, akan membuat mereka merasa mendapat dukungan dari Anda dan membuat mereka bersemangat untuk bercerita lebih banyak lagi.

8. Libatkan dengan hobi anak
Ajak anak berbicara pada saat mereka sedang menggambar, mewarnai, atau melukis. Cara ini cukup ampuh untuk anak-anak Anda yang masih kecil. Lewat aktivitas yang dapat membuat mereka mengekspresikan diri, juga akan memberi kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan apa yang mereka rasakan pada Anda. Dengan menggabungkan diri pada kegiatan tadi, Anda menjadi lebih peka untuk berbagi cerita dengan anak.

9. Sediakan kesempatan untuk bersenang-senang
Bila anak merasa Anda menyediakan waktu beraktivitas bersama mereka, apapun kegiatannya, percayalah, mereka akan dengan senang hati berbagi cerita dengan Anda. Tapi jangan lupa, jadilah pendengar yang baik.

10. Jadilah orang tua dan teman bagi mereka
Bila Anda dapat bersikap sebagai orangtua dan teman pada saat mereka bercerita, hal ini dapat memelihara keinginan anak untuk selalu berbagi cerita dengan Anda. Jangan bersikap kaku dan sok jaga wibawa. (*an/ham)

sumber : http://matanews.com/2010/01/12/cara-membuat-anak-berbicara/
Tue, Jan 12, 2010 at 06:53 | Jakarta, matanews.com

Cara Cepat Diagnosa Kanker Otak Anak

Para dokter di Inggris telah mendapatkan pedoman baru mendiagnosis tumor otak pada anak-anak guna mengatasi keterlambatan dalam perawatan. Para spesialis telah menghasilkan serangkaian rekomendasi untuk dokter dan rumah sakit pada saat mempertimbangkan tes apa yang diperlukan untuk tumor otak.

Diagnosis bagi anak-anak di Inggris sekarang memakan waktu tiga kali lebih lama daripada di Amerika Serikat, Swiss dan Polandia. Padahal, pengobatan yang tertunda meningkatkan risiko komplikasi yang dapat mengancam jiwa si anak.

Sekitar satu dari 600 anak di bawah usia 16 tahun didiagnosis kanker, seperempat dari mereka memiliki tumor tulang belakang atau tumor otak.

Diperkirakan 60% anak-anak yang bertahan hidup dengan tumor otak kiri dan kecacatan akan mengalami perubahan kondisi tubuh, seperti kehilangan penglihatan. Penundaan dalam perawatan bisa berakibat fatal dan menyebabkan gejala dan komplikasi yang lebih parah.

Tim ahli dari Birmingham, Nottingham dan Southampton, mengatakan, terlepas dari ketersediaan scan, banyak anak di Inggris yang tidak sehat selama berbulan-bulan sebelum mereka menerima diagnosis.

Mereka mengatakan banyak keluarga anak-anak dipengaruhi oleh tumor otak baru mendapat diagnosa ketika mereka mengetahui sesuatu yang salah.

Panduan untuk mendiagnosis tumor otak di bawah usia 16 tahun umumnya dilakukan tanpa melihat akar penyebab masalah.

Kini para dokter wajib memaparkan gejala-gejala kanker otak dan apa yang perlu dilakukan untuk tes lebih lanjut. Anak-anak yang berisiko lebih rendah terkena tumor pun harus diperiksa oleh seorang spesialis dalam waktu dua minggu dan wajib di-scan dalam waktu empat minggu.

Para peneliti mengatakan waktu rata-rata untuk diagnosis di Inggris adalah sekitar 14 minggu tetapi mereka ingin agar Inggris menjadi setara dengan negara-negara dengan yang dapat mendiagnosis dalam waktu lima minggu.

Profesor David Walker, dari Brain Tumor Children’s Research Centre di Nottingham mengatakan diagnosis juga kadang-kadang tidak menjawab gejala yang datang dan pergi.

Dr Pam Kearns, peneliti Cancer Research UK dari Universitas Birmingham, berkata: Kami menyambut pedoman baru tersebut untuk mendiagnosis tumor otak pada anak. Tahap berikutnya adalah penting untuk memastikan bahwa pedoman ini dapat digunakan secara luas. Pedoman ini akan membantu mempercepat diagnosis dini tumor otak pada anak-anak.(*st/z)

sumber : http://matanews.com/2010/04/10/cara-cepat-diagnosa-kanker-otak-anak/
Sat, Apr 10, 2010 at 20:23 | Jakarta, matanews.com

Pendidikan Didominasi Otak Kiri

Kondisi pendidikan moderen saat ini cenderung didominasi fungsi otak kiri sebagai akibat ketatnya persaingan memasuki sekolah mulai strata TK hingga universitas.

Pandangan itu dikemukakan Guru besar Fakultas Kedokteran Unpad, Prof Dr A Purba dr MSc AIFO pada seminar Optimalisasi Fungsi Otak Kiri dan Otak Kanan Untuk Mempersiapkan Anak Yang Cerdas dan Kreatif yang diselenggarakan Ikatan Istri Dokter Indonesia di aula Pemkot Manado, Sabtu.

Purba mengatakan dominasi otak kiri dalam pendidikan terjadi mengingat ketatnya persaingan memasuki sekolah di tingkat TK sampai dengan perguruan tinggi, sehingga dari hari ke hari siswa diberi tambahan sekolah privat.

Kemudian akibat kondisi ekonomi yang buruk sehingga anak memilih sekolah yang menjamin kehidupan secara ekonomi lebih baik, akibatnya anak dididik menjadi lebih materialistis.

“Akibat persaingan tersebut ada anak bunuh diri karena ketidakmampuan orang tua. Jiwa anak tidak stabil karena fungsi otak kanan dan otak kiri tidak seimbang,” kata staf ahli Mendiknas tersebut.

Purba mengatakan, pada awal kehidupan yang aktif adalah otak kanan hingga umur lima sampai empat tahun. Sedangkan otak kiri mengikuti perkembangan otak kanan.

“Studi kompetensi belum diberikan kepada anak yang usianya kurang dari lima tahun atau TK, tetapi yang terjadi sekarang anak di bawah lima tahun diberi pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika,” katanya.

Purba mengatakan tidak dilarang memberikan pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika kepada anak TK, tetapi penyampaian pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika harus disampaikan secara menyenangkan.

Akibat pola pendidikan yang keliru tersebut, ujar dia, anak dilatih berfikir cepat dan tidak sistematis, berbicara terbata-bata, anak cepat gugup, kesulitan menulis. “Sebaiknya pada usia ini ibu mendongeng sebagai pengantar tidur untuk mengembangkan imajinasi anak dan perasaan anak,” katanya.

Prioritas pembelajaran pada siswa TK adalah belajar berkomunikasi, belajar bersosialisasi, mengenal lingkungan di luar rumah dan mengenal kebersamaan kelompok, sehingga tidak bijaksana kalau TK dibebani kognitif.

Sedangkan pada siswa SD, ujar dia, para siswa lebih diutamakan untuk menunjang kemandirian yang mematangkan aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.

Menurut Purba, proses pendidikan yang tidak tepat menyebabkan siswa kurang daya cipta, kurang imajinasi, menghasilkan generasi yang pandai mengkritik, pandai meniru dan miskin ide, tidak produktif dan tidak mempunyai kemampuan memberikan solusi komprehensif.

Menurut Purba, untuk meningkatkan fungsi otak kanan bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan anak bermain, memberikan mainan yang tidak lengkap, memberikan dongeng, lomba pidato, mengarang, mengikuti Pramuka, Osis dan lainnya. Sedangkan meningkatkan otak kiri dengan pendidikan formal dan nonformal. (*an/ham)

sumber : http://matanews.com/2009/10/03/pendidikan-didominasi-otak-kiri/
Sat, Oct 3, 2009 at 18:24 | Jakarta, matanews.com

10 Kebiasaan Buruk Perusak Kerja Otak

Otak merupakan bagian vital yang menjadi pusat dari kendali semua syaraf. Otak juga mengatur detak jantung, tekanan darah, gerakan otot,suhu tubuh, fungsi ingatan, emosi dan sebagainya. Untuk itu, otak perlu dijaga dengan baik, dan berikut beberapa perilaku atau kebiasaan yang dapat melemahkan daya kerja otak manusia:

Merokok
Merokok memiliki dampak yang mengerikan bagi otak. Zat-zat kimia beracun dalam rokok yang terhisap, misalnya karbon monoksida, dapat menghalangi kemampuan darah mengangkut oksigen ke seluruh tubuh termasuk otak, mengakibatkan penyusutan otak secara cepat. Bayangkan, ketika otak menyusut, dan akhirnya kehilangan fungsi-fungsinya, sehingga rawan menyebabkan penyakit Alzheimer. Selain itu, zat nikotin dalam rokok dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan kadar kolesterol buruk (LDL) dalam darah sehingga, transportasi lemak menjadi terganggu dan akhirnya menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, dapat menghalangi transportasi oksigen dan nutrisi ke otak, dan ketika otak tidak mendapatkan oksigen maka dapat menyebabkan kematian.

Kurang Tidur
Ketika tidur, otak akan beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kurang tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak, dan membuat otak mati kelelahan.

Tidak sarapan pagi
Tidak mengkonsumsi makanan di pagi hari dapat menurunkan kadar gula dalam darah sehingga nutri yang mengalir ke otak juga berkurang, dan berakibat melemahnya kinerja otak.

Kadar gula terlalu tinggi
Terlalu banyak asupan gula akan menghalangi penyerapan protein dan gizi sehingga menyebabkan otak menjadi kekurangan nutrisi dan ketidakseimbangan gizi tersebut akan mengganggu perkembangan otak.

Menutup kepala ketika tidur
Kebiasaan tidur dengan kepala yang ditutupi merupakan kebiasaan buruk yang sangat berbahaya karena dapat meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida sehingga menurunkan proses menghirup oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

Terlalu banyak makan
Terlalu banyak makan dapat mengeraskan pembuluh otak karena terjadi penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Hal ini dapat menyebabkan melemahnya kinerja otak terutama kekuatan mental.

Bekerja ketika sakit
Memaksakan otak untuk bekerja ketika sakit, dapat menyebabkan kelelahan berlebihan pada otak dan mengurangi efektivitas kerjanya sehingga dapat merusak otak.

Terlalu banyak menghisap polusi udara
Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi atau terlalu lama berada di lingkungan dengan udara berpolusi dapat menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga menyebabkan kinerja otak menjadi kurang efisien.

Jarang berbicara atau berkomunikasi
Komunikasi menjadi salah satu sarana untuk memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu optimalnya fungsi kerja otak. Dengan berkomunikasi intelektual seseorang akan terlatih dan berkembang hingga membawa dampak bagus bagi otak.

Jarang berpikir
Berpikir adalah cara terbaik untuk melatih kerja otak. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menurunkan kemampuan kerja sel-sel syaraf otak sehingga menyebabkan mengkerutnya otak, dan kinerja otak menjadi kurang maksimal. (*bn/ham)

sumber : http://matanews.com/2009/12/26/10-kebiasaan-buruk-perusak-kerja-otak/
Sat, Dec 26, 2009 at 01:16 | Jakarta, matanews.com

ADHD Bersumber di Otak

ADHD (attention deficit/hyperactivity disorder) alias gangguan konsetrasi yang selama ini dituding sebagai salah satu jenis autis, ternyata bersumber dari gangguan neurotransmitter tertentu dalam otak.

Namun penelitian terbaru oleh National Institute on Drug Abuse (NIDA) yang dipublikasikan di jurnal American Medical Association, September lalu, belum berani memastikan penyebab gangguan ini, walau telah berhasil memetakan lokasi penyebab ADHD di bagian otak.

Penelitian soal ADHD pertama kali dipublikasikan George F. Masih pada 1902 silam. Namun meski telah lebih dari 1 abad, penyebab pasti ADHD belum sepenuhnya dipahami.

Hasil penelitian menunjukkan, ada banyak faktor mendasar dalam ADHD diantaranya kurangnya perhatian, impulsif dan hiperaktif. Penyebabnya dikaitkan dengan masalah genetik dan kerentanan neurobiologis. Tapi masalah dasar dianggap dalam gangguan neurotransmitter tertentu dalam otak.

Hasil penelitian NIDA menunjukkan bahwa transmisi dopamin, yakni sejenis zat kimia yang diperlukan untuk fungsi normal dari sistem saraf pusat, terganggu dalam beberapa jalur otak pada orang dengan ADHD.

Kesimpulan itu diambil Dr. Nora Volkow dan rekan membandingkan 54 foto otak orang dewasa dengan ADHD dan 44 orang dewasa tanpa gangguan.

Para peneliti menemukan bahwa otak dari orang-orang dengan ADHD, memiliki konsentrasi dopamin reseptor dan transporter yang berkurang, khususnya di daerah-daerah yang terlibat dengan imbalan dan motivasi, dan gangguan ini berhubungan langsung dengan keparahan kekurangan perhatian.

Temuan ini dapat menjelaskan mengapa anak-anak dan orang dewasa dengan ADHD mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas, ketika tidak ada hadiah langsung, namun mampu berkonsentrasi saat kegiatan yang mereka sukai atau yang dapat diselesaikan dengan mudah.

Para peneliti mengatakan hal itu mungkin juga menjelaskan mengapa pasien ADHD cenderung komplikasi dengan penyalahgunaan narkoba dan obesitas. “Jalur ini memainkan peran penting dalam penguatan, motivasi, dan dalam mempelajari bagaimana menghubungkan berbagai rangsangan dengan imbalan,” kata Volkow.

Dr Andrew Adesman, kepala pediatri perkembangan dan perilaku di Schneider Children’s Hospital di New York, menyetujui hasil studi tersebut. Ia menyebutkan, harus dilakukan penelitian lanjutan terhadap hubungan antara ADHD dan defisit dopamin di daerah tertentu dari otak pertengahan.

Namun ia menyatakan, meskipun ada kemajuan identifikasi penelitian pada otak pasien dengan ADHD, diagnosis klinis ADHD tetap satu, “ADHD tidak dapat didiagnosis dengan neuroimaging,” ujarnya.

Volkow mengatakan hasil penelitian mereka juga memperteguh kepercayaan untuk terus menggunakan obat stimulan dalam pengobatan ADHD, karena hal itu akan memperbaiki jalur dopamin dalam meningkatkan motivasi dan meningkatkan perhatian pada tugas-tugas kognitif. “Tapi penelitian ini harusnya juga menggugah semua orang untuk lebih perduli pada ADHD, terutama para guru dengan murid yang ADHD,” ujarnya.

Ia menyebutkan, salah satu masalah pada anak dengan ADHD adalah masalah motivasi. Para guru, ujarnya, dapat mencari cara untuk meningkatkan daya tarik dan relevansi sekolah bagi anak-anak ini. “Ini kesempatan besar untuk mengembangkan kurikulum yang jauh lebih menyenangkan dan menarik untuk anak-anak menderita ADHD,” tandasnya.

ADHD diperkirakan mempengaruhi tiga hingga tujuh persen dari anak-anak Amerika. Rata-rata, paling tidak satu anak di setiap kelas di Amerika Serikat membutuhkan bantuan untuk gangguan ini. Namun, lebih dari separuh anak-anak ADHD akan terus menampilkan karakteristik dari gangguan selama masa remaja dan dewasa. (*els/hn/bo)


sumber : http://matanews.com/2009/10/08/adhd-bersumber-di-otak/
Thu, Oct 8, 2009 at 21:07 | Jakarta, matanews.com

Ukuran Otak Anak Berbakat

Otak anak berbakat memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda dari anak dengan kemampuan normal, misalnya jumlah sel glial yang lebih banyak menentukan tingginya potensi memori dan kemampuan belajar.

Hal tersebut diungkapkan Pakar Pendidikan Prof Dr Conny Semiawan yang baru saja meluncurkan Buku “Kreativitas Keberbakatan” dan kemudian dibedah oleh sejumlah pakar lain seperti Pakar Filsafat Prof Dr Toeti Herati Roosseno, Pakar Pendidikan Prof Dr HAR Tilaar dan Sosiolog Imam B Prasodjo di Jakarta, Jumat.

Di otak Einstein, ada lebih banyak jumlah glial per neuronnya dari rata-rata orang biasa, yakni 73 persen lebih banyak dari 11 orang lain yang diteliti, ujarnya.

Neuron merupakan unsur dasar dari sistem susunan saraf yang jumlahnya sekitar 10 triliun dan dengan neuron yang istimewa ini manusia berpikir, mengingat dan mengalami emosi.

Namun neuron-neuron itu secara fisik dikelilingi oleh sel glial yang memperkaya neuron dan memperbaharui fungsi.

Selain secara morfologi, otak anak berbakat juga berbeda dari anak biasa dalam hal efisiensi neuron dan kecepatan keterhubungan internalnya dalam otak di mana mereka lebih mudah memahami hubungan antar berbagai komponen.

Otak anak berbakat juga 10 persen lebih cepat berfungsi daripada orang normal dan mampu menghasilkan sinyal-sinyal dalam jumlah besar serta lebih tinggi lalu lintas antara belahan otak kiri dan kanannya.

Otak anak berbakat juga lebih memiliki ketrampilan fokus sehingga lebih trampil dalam berpikir dan efektif mengolah informasi, selain itu juga lebih memiliki aktivitas elektris dan aktivitas kimiawi di otaknya.

Namun demikian, ujar Conny, hanya lima persen saja rata-rata otak manusia yang digunakan, hal itu karena bagian otak lainnya tidak mendapat rangsangan untuk berkembang optimal sehingga menjadi mati.

sumber : http://matanews.com/2009/06/20/ukuran-otak-anak-berbakat/
Sat, Jun 20, 2009 at 01:15 | Jakarta, matanews.com

Anak Berbakat Istimewa Perlu Pendidikan Khusus

Anak-anak dengan kecerdasan dan bakat istimewa memerlukan layanan pendidikan khusus supaya potensi dan bakat mereka berkembang optimal.

“Pengembangan potensi tersebut memerlukan strategi yang sistematis dan terarah. Tanpa pembinaan yang sistematis dan terarah, bangsa Indonesia akan kehilangan sumber daya manusia terbaiknya,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa Nasional, Amril Muhammad, dalam seminar “Potensi Luar Biasa Sejuta Anak Cerdas Istimewa Indonesia” di Jakarta, Selasa.

Ia menambahkan, pasal 5 ayat 4 undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional juga menyatakan bahwa warga negara yang mempunyai potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus.

“Perhatian khusus tidak dimaksudkan untuk melakukan diskriminasi tapi semata memberikan layanan pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa supaya potensi peserta didik berkembang utuh dan optimal,” katanya.

Dia mengatakan Asosiasi Anak Cerdas Istimewa Berbakat Istimewa Nasional yang terdiri atas penyelenggara sekolah, akademisi dan masyarakat memberikan beberapa rekomendasi terkait penyusunan cetak biru pengembangan pendidikan khusus untuk anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa.

Asosiasi antara lain menyarankan pemerintah melanjutkan program akselerasi yang sudah berjalan di sekolah-sekolah tertentu dan meningkatkan kualitas guru dengan menyediakan fasilitas pelatihan pendidikan khusus bagi anak cerdas istimewa.

“Di samping itu, perlu ada sekolah khusus yang mewadahi anak-anak cerdas istimewa dan berbakat istimewa dalam segala bidang, tidak hanya akademik, tapi juga seni, olah raga, teknologi dan ketrampilan lain,” katanya. (*an/ham)



sumber : http://matanews.com/2010/02/24/anak-berbakat-istimewa-perlu-pendidikan-khusus/ ,Wed, Feb 24, 2010 at 00:13 | Jakarta, matanews.com

Sekolah Jangan Tolak Anak Inklusi

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh meminta sekolah umum tidak menolak siswa berkebutuhan khusus (inklusif) untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar layaknya peserta didik lainnya, karena tidak semua daerah telah memiliki sekolah khusus.

“Saya mengharapkan agar sekolah umum, terutama di daerah, memberikan kesempatan bagi anak-anak yang memiliki kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial atau sebaliknya memiliki potensi kecerdasan dan bakatt istimewa,” katanya saat membuka Rakor Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (PSLB) di Surabaya, Sabtu (20/1) malam.

Mendiknas mengingatkan, penolakan karena alasan akses bagi anak-anak inklusif sama saja dengan tindakan diskriminasi, sebab berbagai keterbatasan yang disampaikan pihak sekolah umum untuk bisa menerima anak inklusif sebenarnya bisa dicarikan solusinya.

“Harus dapat dimaklumi pula mengingat anak berkebutuhan khusus sebagian besar tinggal di pelosok desa-desa dan kecamatan, sedangkan keberadaan sekolah luar biasa (SLB) atau sekolah khusus, seperti sekolah bagi anak-anak TKI, sekolah bagi anak di pulau-pulau terluar dan sekolah bagi anak Lapas hanya berada di kota/kabupaten,” katanya.

Karena itu, pada 2010 ini pemerintah terus memperluas implementasi program pendidikan inklusif pada tingkat SD, SMP, SMA dan SMK umum atau sekolah reguler sehingga anak berkebutuhan khusus yang tinggal di desa, kecamatan, berpeluang untuk belajar bersama-sama dengan peserta didik lain di sekolah biasa/umum yang terdekat dengan tempat tinggalnya, katanya.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Nasional akan mengakomodasi fasilitas bagi anak berkebutuhan khusus dengan kelainan fisik baik dalam pembangunan sekolah baru maupun proses rehabilitasi gedung sekolah, katanya.

“Kami akan mulai tahun 2010 sehingga fasilitas bagi penyandang cacat seperti jalur khusus bagi kursi roda, kamar mandi khusus sudah menjadi satu paket dalam pembangunan sekolah baru ataupun rehabilitasi sekolah,” katanya.

Lebih lanjut Mohammad Nuh mengatakan, pemerintah akan memberikan perhatian khusus bagi pendidikan khusus yang termarginalkan melalui peningkatan alokasi anggaran bagi pendidikan khusus serta melakukan penataan manajemen pengelolaan sentra pendidikan khusus. (*an/bo)


sumber : http://matanews.com/2010/02/21/sekolah-jangan-tolak-anak-inklusi/
Sun, Feb 21, 2010 at 11:25 | Surabaya, matanews.com

Anak Berkebutuhan Khusus Ikut UN

Riski Nurilawatl tak bisa konsentrasi penuh mengikuti Ujian Nasional (UN). Ia merasa tak nyaman. "Saya grogi," ujarnya berterus terang. Berbeda dengan siswa lainnya, . Riski mengikuti ujian didampingi seorang guru pendamping. Sebelum membubuhkan jawaban, ia perlu mendengarkan lebih dulu pertanyaan soal ujian yang dibacakan pendampingnya. Tidak jarang ia minta dibaca ulang karena kalimatnya panjang-panjang sehingga susah mengingatnya.

Bagi Riski, itu cara yang justru membuatnya lebih cepat mengerjakan soal. "Tapi, saya lebih senang soal dengan huruf braille," ucapnya. Riski memang seorang tunanetra yang mengikuti UN 2010 di SMAN 10 Surabaya.
Toh. bungsu dari empat bersaudara ini menyadari bahwa UN memakai huruf braille memang akan memakan waktu lama. "Kalau boleh, sebaiknya kedua cara itu (braille dan dibacakan) dipakai karena dengan baca sendiri akan lebih mantap," usulnya.

Saat mengikuti UN pada hari pertama, Senin (22/3), Riski merasa pertanyaan untuk soal bahasa Indonesia cukup panjang. "Jawabannya juga mirip-mirip," ujar lulusan SMP YPAB Gebang, Surabaya, itu sebagaimana dilansir Antara, Selasa (23/3). Ketika ditanya apakah perlu tambahan waktu bagi penyandang cacat dalam UN, gadis kelahiran Surabaya, 20 Januari 1992, itu mengaku segan.

"Mungkin, nggak ya karena kakak kelas yang cacat juga nggak ada tambahan waktu." kata Riski yang ingin melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu. Riski bukan satu-satunya anak berkebutuhan khusus yang mengikuti UN 2010 di SMAN 10 Surabaya. Ada juga Ningsih Wardani, seorang penyandang tunarungu. Keduanya memang siswa kelas akhir di sekolah tersebut.

Kepala SMAN 10 Surabaya, Drs HM Sukron AP MM, mengatakan, keduanya memang siswa di sekolah ini sejak kelas satu. SMAN 10, kata dia, ditunjuk Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebagai sekolah inklusif yang menerima penyandang cacat.

Untuk itu, Riski mengikuti UN dengan soal ujian dibacakan seorang pendamping, sedangkan Ningsih dengan pendamping bahasa isyarat. "Khusus Ningsih sebagai penyandang tunarungu dibebaskan untuk ujian listening bahasa Inggris," tuturnya Suasana serupa tampak di

sekolah inkulsif SMA Muhammadiyah 6 Solo. Di sekolah ini, ada Dwi Yuli T, seorang siswi penyandang tunadaksa. Han kedua pelaksanaan UN, Dwi tampak di ruang ujian dengan kaki kiri berada di atas meja. Tak jauh dari tempat duduknya, ada dua orang pengawas ujian. Meski sebagai siswa berkebutuhan khusus, Dwi tidak mendapatkan perlakuan khusus dalam hal materi ujian. Kepala SMA Muhammdiyah 6. Romlah, mengatakan, Dwi tidak diperlakukan istimewa. "Dia mendapat soal dan jatah waktu yang sama dengan siswa lain," tuturnya.

Tapi, berbeda dengan siswa lain, pengawas selalu bersedia membantu jika ia mengalami kesulitan. "Kemarin, dibantu pengawas karena terlalu lama mengisi nomor dan nama," ujar Romlah. Di SMA tersebut, terdapat belasan siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti UN. Hanya Dwi siswa yang tunadaksa. Selebihnya, siswa tunalaras.

Menurut Romlah, siswa tunalaras tidak mendapat pendampingan. Mereka hanya diawasi oleh pengawas ujian.
Hal yang sama juga terjadi di SLBB Yayasan Rehabilitasi Tunarungu Wicara. Solo. Di sekolah ini, ada Anggres, seorang siswa tunarungu yang mengikuti UN.

Pada hari kedua UN dengan pelajaran bahasa Inggris, Anggres tidak didampingi seorang pendamping khusus. Hanya ada dua pengawas yang siap memberikan bimbingan jika Anggres membutuhkan. Soal yang ia kerjakan pun berbeda dengan soal yang dimiliki siswa lain. Jika di sekolah reguler soal bahasa Inggris dilengkapi soal listenm. Anggres hanya mengerjakan soal tulis. Menurut Sri Sumarsih, ketua panitia ujian di SLB tersebut, soal yang dikerjakan Anggres memang berbeda dengan siswa lainnya. "Kekayaan bahasa mereka minim, jadi dibuatkan soal yang lebih Simpel," ujarnya. iniyl. ad burhan



sumber : http://bataviase.co.id/node/145799
26 Mar 2010,*Pendidikan* Republika

Senin, 26 April 2010

Komunitas Autis Bereaksi Terhadap Kasus Cho

Pittsburgh - Kabar bahwa Cho Seung-Hui, pelaku pembantaian di Universitas Virginia Tech, didiagnosa menderita autis sewaktu kecil mengundang reaksi dari komunitas autis di Amerika Serikat. Badan Autisme AS merasa perlu mengeluarkan pernyataan sikap soal itu.

Reaksi itu datang dari badan AutismLink and Autism Center of Pittsburgh seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (20/4/2007).

“Meski seluruh komunitas autis di Pittsburgh dan seluruh negara hancur dengan peristiwa terakhir di Virginia Tech, kami ingin mengingatkan publik untuk tidak menstigmata anak-anak atau individu yang menderita autis,” demikian statemen yang disampaikan direktur pusat autis Pittsburgh tersebut, Cindy Waeltermann.

“Cho kemungkinan tidak menerima bantuan dan dukungan yang diperlukannya sejak dini. Karena itulah kenapa intervensi begitu penting dan kenapa tempat seperti Pusat Autisme Pittsburgh ada. Tindakan seorang individu tidak menggambarkan keseluruhan populasi autis,” kata Waeltermann.

Waeltermann menegaskan, tidak adil menyalahkan tindakan brutal Cho pada kondisi autis yang dideritanya. Sebabnya, Cho jelas-jelas lemah secara psikologis. Apalagi pria Korsel itu juga pernah punya masalah kejiwaan.

Menurutnya, kasus Cho merupakan peringatan akan pentingnya intervensi dan penanganan sejak dini terhadap para penderita autis. Apalagi berdasarkan hasil riset, anak-anak autis yang mendapat pertolongan sejak dini akan lebih mahir berkomunikasi. (ita/sss)

"Tanggapan terhadap "Komunitas Autis Bereaksi Terhadap Kasus Cho"

1 | moh faizer

June 14th, 2009 at 8:36 pm

peace,…dlm sebuah kasus tdk bisa di samaratakan,tdk benar bahwa tindakan CHO adalah gambaran perilaku anak berkebutuhan khusus (anak dengan penyandang autisme),tindakan “brutal” kerap pula di lakukan oleh mereka yang menamakan dirinya manusia “normal,jadi Bijaksanalah dalam menyikapi sesuatu.simpelkan!!

Sumber : Rita Uli Hutapea - detikNews
Posted by: sca In: Berita
07 Januari 2009
http://sekolah.cahyaanakku.org/?p=349

KARAKTERISTIK ANAK DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS

* Lambat belajar dalam menangkap pelajaran
* Gangguan pemusatan perhatian dengan/ atau tanpa hiperaktifitas
* Gangguan baca tulis (disleksia) dan gangguan menghitung (dyscalculia)
* Gangguan perilaku seperti autisme, antisocial, gangguan emosi dll

Sumber : Pradnyagama Konsultan Psikologi
http://www.pradnyagama.baliklik.com/layanan-terapianak.html

Layanan Pusat Terapi Anak dan Sekolah Kebutuhan Khusus

Pusat Terapi Anak

Masa tumbuh kembang anak pada usia dini adalah masa emas (Gold Stage) dalam kehidupannya. Mereka sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang pesat baik yang berhubungan dengan fisik, motorik, emosi, bahasa, komunikasi dan psikososial.

Oleh karenanya gangguan keterlambatan perkembangan perlu dicermati dan dideteksi sejak dini, agar dapat segera dilakukan treament dan terapi yang tepat sehingga anak dapat tumbuh dan mengejar ketertinggalannya secara optimal.

Beberapa gangguan keterlambatan perkembangan yang perlu dicermati oleh para orangtua, sering ditandai oleh gejal-gejal sbb :

1. Cenderung menghindari dan tidak mau melakukan kontak mata
2. Tidak bisa diam dan terus bergerak
3. Keterlambatan bicara
4. Sukar berkonsentrasi dan perhatiannya mudah teralih
5. Tidak peduli dengan lingkungan & tidak mau bergaul
6. Tidak ada reaksi bila dipanggil dan diajak berbicara
7. Berperilaku aneh seperti berputar-putar, bergoyang-goyang, melompat-lompat dalam waktu lama maupun beraktivitas tanpa tujuan
8. Gangguan emosi dan kecemasan
9. Gangguan adaptasi dan fungsi sosial
10. Lambat dalam belajar dan menangkap pelajaran
11. Dll

Kami sangat peduli dengan keterlambatan perkembangan anak-anak tersebut. Dengan team profesional yang berlatar belakang Psikologi dan berpengalaman menangani anak-anak bermasalah, bersedia membantu dan memberikan pelayanan yang terpadu dan intensif, sehingga diharpakan anak dapat mandiri dan bertanggung jawab terhadap kehidupannya

Kami juga membantu persiapan mental, sosial dan kognitif bagi anak-anak yang bermasalah dengan kelas sosialisasi, untuk mengikuti proses pendidikan di lembaga sekolah nantinya.

Pelayanan Terapi meliputi :

1. Penilaian/ assesment awal dan lanjutan secara periodik oelh Psikolog
2. Pemeriksaan psikologi (Tes SQ, IQ, evaluasi emosi, konsentrasi dan kepribadian dll)
3. Pemberian program terapi sesuai dengan kebutuhan anak
4. Evaluasi program sesuai dengan kebutuhan
5. Konsultasi Keluarga (Family Therapy)

Yang ditangani antara lain :

1. Gangguan perkembangan pervasif (Autisme Infantil, Asperger’s Syndrome)
2. Gangguan pemusatan perhatian dengan/ tanpa hiperaktivitas (GPPH/ GPP)
3. Gangguan Emosi
4. Kesulitan belajar (Learning Disability)
5. Borderline (Lambat Belajar)
6. Retardasi Mental
7. Down Syndrome dll

Fasilitas Terapi meliputi :

* Terapi Perilaku (Behavior Therapy)
* Terapi Kognitif & Akademik (Kognitive Therapy & Remedial Teaching)
* Terapi Suara & Musik (Sound & Music Therapy)
* Terapi Kelompok (Group Therapy)
* Kelas Sosialisasi

Taman Latihan dan Pendidikan Anak
Kebutuhan Khusus

Taman latihan dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus bermula dari suatu keprihatinan dengan semakin banyaknya kasus kesulitan belajar (learning disability/ LD), gangguan pemusatan perhatian (attention deficit disorder/ ADD), tanpa maupun dengan hiper aktifitas (attention deficit disorder & hyperactivity/ ADHD), lambat belajar (slow learner), autisme dll.

Didirikannya lembaga ini bertujuan untuk memberikan wadah kepada anak-anak tersebut sesuai dengan kebutuhan yang tidak didapatkan pada sekolah pada umumnya. Oleh karena dibutuhkan suatu wadah yang terarah, terstruktur dengan siswa terbatas, intervensi khusus dan kurikulum khusus untuk pengembangan sikap dan perilaku anak serta perkembangan kemampuan dasar dan daya cipta anak (Iptek). Hal ini diperlukan agar anak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekaligus menjembatani antara pendidikan dalam keluarga menuju pendidikan dasar dengan mengupayakan sistem pembelajaran yang tepat dengan memperhatikan aspek perkembangan anak didik sesuai dengan keterbatasan perkembangan yang baru dicapai anak.

Sumber : Pradnyagama Konsultan Psikologi
http://www.pradnyagama.baliklik.com/layanan-terapianak.html

Dr.Drs. H. Muhammad Idrus, SPsi., M.Pd: Layanan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Banyak masyarakat mem”vonis”anak dengan kebutuhan khusus (misalnya Autis, Down Syndrome,
Cerebral Palsy, Retardasi Mental, Speech Delay, Hyperaktif, cacat fisik, dll) sebagai anak yang tidak siap untuk hidup
dalam kehidupan nyata. Banyak pelabelan pada anak-anak dengan kebutuhan khusus tersebut, dan dapat dipastikan
pelabelan tersebut tidak pernah ada yang positif.
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga memiliki hak-hak sebagaiman manusia normal lainnya, hal tersebut tertuang
dalam deklarasi hak asasi manusia penyandang cacat yang meliputi: Hak untuk mendidik dirinya (the right to educated
oneself), hak untuk pekerjaan dan profesi (the right to occupation or profession), hak untuk memelihara kesehatan dan
fisik secara baik (the right to maintain health and physical well being), hak untuk hidup mandiri (the right to independent
living) dan hak untuk kasih sayang (the right to love)
Hanya saja, tidak semua ABK memiliki kesempatan untuk mendapatkan hak-hak tersebut. Di sinilah pentingnya
pemahaman dan pengertian mereka yang memiliki kesempatan tubuh dan jiwa memahami mereka yang memiliki kelaian
fisik ataupun non fisik. Perlu dikembangkan sebuah relasi sehat antara mereka yang sehat secara fisik dan kejiwaan
dengan mereka yang berkelainan. Relasi tersebut hendaklah dibangun dengan dasar kepercayaan dan kesejajaran,
bukan berdasar pada rasa belas kasihan karena kondisi tubuh ABK.
Anak Berkebutuhan Khusus, Siapa sajakah mereka?
Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan mengalami kelainan/penyimpangan (fisik, mentalintelektual,
sosial, emosional) dalam proses pertumbuhannya dibandingkan dengan anak-anak lain sesusianya,
sehingga mereka memerlukan pelayanan pendidikan khusus.Anak dengan kebutuhan khusus dikategorikan menjadi
dua, yaitu: Masalah dalam sensorimotor dan Masalah dalam belajar dan tingkah laku. Kelaian sensorimotor tidak harus
berakibat masalah pada kemampuan intelektualnya. Ada tiga jenis kelainan yang termasuk problem dalam sensorimotori
yaitu; kelainan pendengaran atau tunarungu (hearing disorders), kelaianan penglihatan atau tunanetra (visual
impairement) dan kelainan fisik atau tunadaksa (physical disability). Masalah dalam belajar dan tingkah laku
dikelompokan menjadi empat yaitu: pertama, keterbelakangan mental atau tunagrahita (intellectual disability), yang
tergolong dalam kelompok ini adalah tunagrahita (retardasi mental), ketidakmampuan belajar atau kesulitan belajar
khusus (learning disability) serta anak yang mengalami kesulitan belajar secara spesifik. Kedua, anak nakal atau
tunalaras (behaviour disorders), ketiga, anak berbakat, anak berbakat adalah anak yang memiliki potensi kecerdasan
(inteligensi), kreativitas, dan tanggung jawab terhadap tugas (task commitment) di atas anak-anak sesusianya (anak
normal), keempat, cacat lebih dari satu atau cacat tunaganda (multy handicap).Pembelajaran Bagi Anak Berkebutuhan
Khusus
Setiap jenis kelalaian anak yang tergolong Anak Berkebutuhan Khusus secara fisik dan psikologis memiliki karakteristik
yang khusus. Mengingat kekhasan inilah, maka proses pembelajaran bagi ABK hendaklah di desain sesuai dengan
kekhasan yang dimiliki anak.Anak tunanetra mengalami beberapa keterbatasan yang menjadikan mereka mengalami
hambatan, yaitu (1) keterbatasan dalam konsep dan pengalaman baru, (2) keterbatasan dalam berinteraksi dengan
lingkungan, (3) keterbatasan dalam mobilitas. Dengan sendirinya keterbatasan tersebut menuntut satu desain
pembelajaran yang juga khas. Terkait dengan pengajaran bagi anak tunanetra, maka proses pembelajarannya harus
mengacu kepada: (1) kebutuhan akan pengalaman konkrit, (2) kebutuhan akan pengalaman memadukan, (3) kebutuhan
akan berbuat dan bekerja dalam belajar.Untuk mendukung proses pembelajaraanya, maka media belajar bagi anak
tunanetra harus pula disediakan, misalnya tulisan Braille, alat untuk menulis Braille. Adapun proses pembelajarannya
setidaknya harus mengurangi proses observasi yang menggunakan penglihatan dan diganti dengan rabaan ataupun
berwujud audio.Dengan begitu untuk membelajarkan anak dengan kebutuhan khusus, diperlukan sebuah desain
pembelajaran yang tidak sama dengan mereka yang normal. Inilah model adaptif dalam pembelajaran, yaitu sebuah
model pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi peserta didik. Tentu saja metodenya dapat bervariasi, hanya
saja yang perlu diingat bahwa kekhasan yang dimiliki ABK terkadang menjadi hambatan pada dirinya. Jelas Dosen
Pendidikan Islam FIAI-UII Dr. Drs. H. Muhammad Idrus, S.Psi., M. Pd
Faculty Of Islamics Studies
http://fis.uii.ac.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=40

Sumber : Contributed by Yudho Prabowo
Tuesday, 07 April 2009
Last Updated Thursday, 09 July 2009
http://fis.uii.ac.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=40