Mirna Blog's
Jumat, 15 Juni 2012
Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer Dengan Contoh Sistem Pakar
a. Pengertian Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer.
Informasi disajikan dalam bentuk lisan maupun tertulis oleh suatu pengolah informasi. Pada bagian pengolahan dengan komputer terdiri dari lima bidang yakni SIA, SIM, DSS, kantor virtual dan sistem berbasis pengetahuan. Hal tersebut dinamakan dengan sistem informasi berbasis komputer (komputer based information sistem). Gambar menunjukkan model CBIS.
Dapat disimpulkan bahwa suatu sistem terdiri atas beberapa unsur yang disebut subsistem, yang saling berhubungan dengan yang lain agar suatu sistem dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
b. Sistem Pakar
Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelelasikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman.
Menurut Efraim Turban, konsep dasar sistem pakar mengandung : keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan dan kemampuan menjelaskan. Keahlian adalah suatu kelebihan penguasaan pengetahuan di bidang tertentu yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau pengalaman.
Basis pengetahuan merupakan bagian dari mekanisme inferensi Penjelasan adalah bagian terpenting dari sistem pakar Pengubahan aturan dapat dilaksanakan dengan mudah Sistem dapat beroperasi hanya dengan beberapa aturan. Eksekusi dilakukan pada keseluruhan basis pengetahuan Menggunakan pengetahuan Tujuan utamanya adalah efektivitas.
Beberapa contoh sistem pakar :
1. MYCIN : Diagnosa penyakit
2. DENDRAL : Mengidentifikasi struktur molekular campuran yang tak dikenal
3. XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar
4. SOPHIE : Analisis sirkit elektronik
5. Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit
6. FOLIO : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi
7. DELTA : Pemeliharaan lokomotif listrik disel
Sumber :
http://www.perpuskita.com/cbis/624/
http://kutukomputer.net23.net/?p=246
widyo.staff.gunadarma.ac.id
http://nyoman.staf.narotama.ac.id/files/2012/01/Ari_Fadli_Sistem_Pakar_Dasar.pdf
http://mimamami-mima.blogspot.com/p/jelaskan-pengertian-sistem-informasi_7419.html
http://ichasajablogspotcom.blogspot.com/search?updated-min=2012-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2013-01-01T00:00:00-08:00&max-results=3
diakses pada 15 Juni 2012
ANALISA PERBEDAAN STRUKTUR KOGNISI MANUSIA DAN ARSITEKTUR KOMPUTER SERTA KELEBIHAN DAN KELEMAHANYA
Pegertian struktur kognisi manusia
Menurut seorang tokoh yang bernama Ausabel ia mengemukakan bahwa struktur kognitif merupakan organisasi pengetahuan atau dengan kata lain bahwa struktur kognitif dapat disebut sebagai pengetahuan.
Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang.
Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu:
1. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
2. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
3. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Pengenalan Arsitektur Komputer
Ini adalah penjelasan mengenai komponen komputer, serta tentang organisasi komputer. Telah dideskripsikan fungsi dan desain berbagai unit komputer digital yang menyimpan dan mengolah informasi. Berkaitan dengan unit komputer yang menerima informasi dari sumber eksternal dan mengirimkan hasil terkomputasi ke destinasi eksternal. Kebanyakan materi yang dibahas disini ditujukan untuk hardware komputer dan arsitektur komputer. Hardware komputer terdiri dari sirkuit elektronik, display, media penyimpanan magnetik dan optik, perangkat elektromekanik, dan fasilitas komunikasi. Arsitektur komputer meliputi spesifikasi sekumpulan instruksi dan unit hardware yang melaksanakan instruksi tersebut. Disini dibahas pula banyak aspek pemrograman dan komponen software dalam sistem komputer. Sangatlah penting mempertimbangkan aspek hardware dan software pada desain berbagai komponen komputer guna mencapai pemahaman yang baik pada suatu sistem komputer. Memperkenalkan sejumlah konsep hardware dan software, menampilkan beberapa istilah umum, dan memberikan pandangan umum tentang aspek dasar subjek tersebut.
Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :
Kelebihan :
Struktur kognisi lebih sistematis sehingga memiliki arah dan tujuan yang jelas.
banyak member motivasi agar terjadi proses belajar.
mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal.
Kekurangan :
membutuhkan waktu yang cukup lama
Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer Mainframe yaitu :
Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu.
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user).
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan
4. Menggunakan teknologi time sharring.
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second).
Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
2. Harganya sangat mahal.
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
4. Kerjanya sangat lama.
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.
Sumber :
http://ichasajablogspotcom.blogspot.com/search?updated-min=2012-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2013-01-01T00:00:00-08:00&max-results=3
diakses pada 15 Juni 2012
Selasa, 17 Januari 2012
Plus-Minus Shopping Online By : Mirna Chintya Dewi (10508142) 4PA04
Siapa saat ini yang tak tahu apa itu shopping online atau belanja melalui media online atau internet,,,??
Sepertinya semua orang sudah sangat terbiasa dengan shopping online saat ini. Shopping Online kiranya sudah cukup umum diminati oleh banyak orang sejak lama di media internet, tapi agaknya lebih ramai diminati sejak situs jejaring sosial Facebook ramai digandrungi pula.Shopping online mencakup banyak hal, mulai dari menjajakan berbagai gadget elektronik terbaru seperti Blackberry, smart phone,laptop, komputer, dan gadget-gadget canggih lain hingga pakaian,kosmetik,tas, sepatu dan berbagai barang lain yang ditawarkan dengan harga yang dirasa cukup menarik adan unik apalagi ditambah dengan discount –discount tambahan yang menggiurkan dan agaknya dapat cukup menarik minat orang untuk berbelanja dengan sitem ini. Selain itu biasanya juga orang akan langsung merasa tertarik dengan barang-barang yang ditawarkan hanya dengan membuka situs-situs tertentu yang memang diperuntukan untuk media shopping online maupun melalui situs-situs jejaring sosial seperti facebook, twitwer dan lainya.
Dalam bintangweb.com disebutkan beberapa faktor yang menyebabkan mengapa orang cenderung mnyukai belanja dengan sistem online atau biasa disebut dengan shopping online, berikut faktor-fakto tersebut yaitu :
1. Anda dapat menghemat waktu Anda yang sangat berharga karena tidak perlu melakukan perjalanan ke toko yang menjual kebutuhan Anda
2. Tidak perlu terjebak kemacetan di jalan raya. Panas, bising, asap dan debu pasti tidak menyenangkan dan dapat membuat stres.
3. Hemat biaya perjalanan. Jika membawa mobil atau sepeda motor sendiri, tentu keluar biaya untuk BBM, apalagi jika terjebak macet.
4. Dengan belanja secara online, Anda tidak perlu bayar parkir untuk kendaraan Anda
Selain itu dalam tokoflash.com juga menyebutkan 10 keuntungan berbelanja dengan sistem online diantaranya :
1. Terhindar dari kemacetan di jalan.
2. Menghemat ongkos transportasi, ongkos parkir, dll (Apalagi bagi yang di luar kota).
3. Menghemat waktu dan tenaga.
4. Menghemat biaya makan dan minum ketika berkunjung ke tempat belanja.
5. Menghindari “Impulsive Buying” (tergiur membeli barang lain yang tidak dibutuhkan) pada saat berkunjung ke tempat belanja.
6. Proses pembelian yang mudah, cukup pesan melalui sms/email, kemudian transfer pembayaran melalui internet banking/mobile banking/ATM, lalu tinggal duduk dan tunggu barang kiriman.
7. Bisa berbelanja kapan saja (24 jam sehari).
8. Menghindari keramaian/antrian di tempat belanja.
9. Secara total, perbelanjaan anda menjadi lebih hemat.
10. Bisa membaca informasi masing-masing produk di website toko online yang dikunjungi.
Agaknya keuntungan-keutungan atau kemudahan-kemudahan yang dirasa tersebut memang menjadi pemicu mengapa orang lebih menyukai belanja dengan sistem online ketimbang untuk pergi keluar rumah dan berkeliling pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Dalam tokoflash.com juga disebutkan sebuah hasil penelitian yaitu,”dari hasil survey Nielsen Global Online 2007, menempatkan Indonesia di posisi 13 dari 14 negara Asia Pasifik dalam daftar persentase terbanyak populasi pengguna internet yang pernah berbelanja online, dengan 51% populasi pengguna internet di Indonesia yang pernah berbelanja online. Hal ini menunjukkan semakin banyak orang yang sadar untuk memanfaatkan internet untuk kepraktisan berbelanja mereka”
Meski demikian, tetap saja berbelanja dengan sistem online atau shopping online memiliki beberapa kekurangan yang patut diwaspadai bagi anda yang gemar berbelanja dengan cara ini, dalam kabar-aneh.blogspot.com dijelaskan bahwa belanja online atau shopping online dapat mengganggu kesehatan, ini mengacu pada, sebagain besar orang kini juga lebih tertarik melakukan kegiatan belanja secara online. Akibatnya, aktivitas fisik yang bisa menunjang pembakaran lemak menjadi berkurang dan ini, memicu terjadinya efek buruk untuk kesehatan tubuh, padahal melakukan perjalanan belanja sebetulnya berkontribusi menyehatkan tubuh. Apalagi, jika dilakukan sambil berjalan kaki.
Nampaknya trend shopping online kini memang menjadi pilihan yang dirasa cukup efisien untuk dilakukan karena hanya dengan membuka internet melalui laptop, komputer, atau melalui smart phone dan mengunjungi situs-situs yang menawarkan barang kini anda dapat memesan barang dan membayar hanya dengan transfer uang tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan.Melalui shopping online dengan media internet ini secara langsung telah mempengaruhi kepribadian banyak orang,yaitu mengubah kebiasaan orang yng dahulu terbiasa harus mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan berganti menjadi hanya dengan cukup membuka internet dan mengujungi situs-situs shopping online dan memesannya kemudian cukup membyar dengan mentransfer uang sesuai harga barang ditambah ongkos kirim anada sudah bisa mendapat barang yang anda butuhkan tanpa perlu beranjak dari layar komputer atau layanan smart phone anda. Namun meski demikian tetap saja anada harus berhati-hati dengan media online tempat anda berbelanja agar tak tertipu dan tetap harus selektif dalam berbelanja barang- barang yang anda butuhkan sehingga dapat benar-benar memberi manfaat bagi diri anda.
Sumber :
1.Ketahui Efek Buruk Belanja Online
http://kabar-aneh.blogspot.com/2011/10/ketahui-efek-buruk-belanja-online.html. diakses tanggal 3 Januari 2012.
2. 5 Keuntungan Belanja secara Online
http://bintangweb.com/5-keuntungan-belanja-secara-online/. diakses tanggal 3 Januari 2012.
3. Keuntungan belanja online
http://tokoflash.com/index.php?route=information/information&information_id=9. diakses tanggal 3 Januari 2012.
Sepertinya semua orang sudah sangat terbiasa dengan shopping online saat ini. Shopping Online kiranya sudah cukup umum diminati oleh banyak orang sejak lama di media internet, tapi agaknya lebih ramai diminati sejak situs jejaring sosial Facebook ramai digandrungi pula.Shopping online mencakup banyak hal, mulai dari menjajakan berbagai gadget elektronik terbaru seperti Blackberry, smart phone,laptop, komputer, dan gadget-gadget canggih lain hingga pakaian,kosmetik,tas, sepatu dan berbagai barang lain yang ditawarkan dengan harga yang dirasa cukup menarik adan unik apalagi ditambah dengan discount –discount tambahan yang menggiurkan dan agaknya dapat cukup menarik minat orang untuk berbelanja dengan sitem ini. Selain itu biasanya juga orang akan langsung merasa tertarik dengan barang-barang yang ditawarkan hanya dengan membuka situs-situs tertentu yang memang diperuntukan untuk media shopping online maupun melalui situs-situs jejaring sosial seperti facebook, twitwer dan lainya.
Dalam bintangweb.com disebutkan beberapa faktor yang menyebabkan mengapa orang cenderung mnyukai belanja dengan sistem online atau biasa disebut dengan shopping online, berikut faktor-fakto tersebut yaitu :
1. Anda dapat menghemat waktu Anda yang sangat berharga karena tidak perlu melakukan perjalanan ke toko yang menjual kebutuhan Anda
2. Tidak perlu terjebak kemacetan di jalan raya. Panas, bising, asap dan debu pasti tidak menyenangkan dan dapat membuat stres.
3. Hemat biaya perjalanan. Jika membawa mobil atau sepeda motor sendiri, tentu keluar biaya untuk BBM, apalagi jika terjebak macet.
4. Dengan belanja secara online, Anda tidak perlu bayar parkir untuk kendaraan Anda
Selain itu dalam tokoflash.com juga menyebutkan 10 keuntungan berbelanja dengan sistem online diantaranya :
1. Terhindar dari kemacetan di jalan.
2. Menghemat ongkos transportasi, ongkos parkir, dll (Apalagi bagi yang di luar kota).
3. Menghemat waktu dan tenaga.
4. Menghemat biaya makan dan minum ketika berkunjung ke tempat belanja.
5. Menghindari “Impulsive Buying” (tergiur membeli barang lain yang tidak dibutuhkan) pada saat berkunjung ke tempat belanja.
6. Proses pembelian yang mudah, cukup pesan melalui sms/email, kemudian transfer pembayaran melalui internet banking/mobile banking/ATM, lalu tinggal duduk dan tunggu barang kiriman.
7. Bisa berbelanja kapan saja (24 jam sehari).
8. Menghindari keramaian/antrian di tempat belanja.
9. Secara total, perbelanjaan anda menjadi lebih hemat.
10. Bisa membaca informasi masing-masing produk di website toko online yang dikunjungi.
Agaknya keuntungan-keutungan atau kemudahan-kemudahan yang dirasa tersebut memang menjadi pemicu mengapa orang lebih menyukai belanja dengan sistem online ketimbang untuk pergi keluar rumah dan berkeliling pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Dalam tokoflash.com juga disebutkan sebuah hasil penelitian yaitu,”dari hasil survey Nielsen Global Online 2007, menempatkan Indonesia di posisi 13 dari 14 negara Asia Pasifik dalam daftar persentase terbanyak populasi pengguna internet yang pernah berbelanja online, dengan 51% populasi pengguna internet di Indonesia yang pernah berbelanja online. Hal ini menunjukkan semakin banyak orang yang sadar untuk memanfaatkan internet untuk kepraktisan berbelanja mereka”
Meski demikian, tetap saja berbelanja dengan sistem online atau shopping online memiliki beberapa kekurangan yang patut diwaspadai bagi anda yang gemar berbelanja dengan cara ini, dalam kabar-aneh.blogspot.com dijelaskan bahwa belanja online atau shopping online dapat mengganggu kesehatan, ini mengacu pada, sebagain besar orang kini juga lebih tertarik melakukan kegiatan belanja secara online. Akibatnya, aktivitas fisik yang bisa menunjang pembakaran lemak menjadi berkurang dan ini, memicu terjadinya efek buruk untuk kesehatan tubuh, padahal melakukan perjalanan belanja sebetulnya berkontribusi menyehatkan tubuh. Apalagi, jika dilakukan sambil berjalan kaki.
Nampaknya trend shopping online kini memang menjadi pilihan yang dirasa cukup efisien untuk dilakukan karena hanya dengan membuka internet melalui laptop, komputer, atau melalui smart phone dan mengunjungi situs-situs yang menawarkan barang kini anda dapat memesan barang dan membayar hanya dengan transfer uang tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan.Melalui shopping online dengan media internet ini secara langsung telah mempengaruhi kepribadian banyak orang,yaitu mengubah kebiasaan orang yng dahulu terbiasa harus mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan berganti menjadi hanya dengan cukup membuka internet dan mengujungi situs-situs shopping online dan memesannya kemudian cukup membyar dengan mentransfer uang sesuai harga barang ditambah ongkos kirim anada sudah bisa mendapat barang yang anda butuhkan tanpa perlu beranjak dari layar komputer atau layanan smart phone anda. Namun meski demikian tetap saja anada harus berhati-hati dengan media online tempat anda berbelanja agar tak tertipu dan tetap harus selektif dalam berbelanja barang- barang yang anda butuhkan sehingga dapat benar-benar memberi manfaat bagi diri anda.
Sumber :
1.Ketahui Efek Buruk Belanja Online
http://kabar-aneh.blogspot.com/2011/10/ketahui-efek-buruk-belanja-online.html. diakses tanggal 3 Januari 2012.
2. 5 Keuntungan Belanja secara Online
http://bintangweb.com/5-keuntungan-belanja-secara-online/. diakses tanggal 3 Januari 2012.
3. Keuntungan belanja online
http://tokoflash.com/index.php?route=information/information&information_id=9. diakses tanggal 3 Januari 2012.
Minggu, 08 Januari 2012
Plus-Minus Shopping Online By : Mirna Chintya Dewi (10508142) 4PA04
Siapa saat ini yang tak tahu apa itu shopping online atau belanja melalui media online atau internet,,,??
Sepertinya semua orang sudah sangat terbiasa dengan shopping online saat ini. Shopping Online kiranya sudah cukup umum diminati oleh banyak orang sejak lama di media internet, tapi agaknya lebih ramai diminati sejak situs jejaring sosial Facebook ramai digandrungi pula.Shopping online mencakup banyak hal, mulai dari menjajakan berbagai gadget elektronik terbaru seperti Blackberry, smart phone,laptop, komputer, dan gadget-gadget canggih lain hingga pakaian,kosmetik,tas, sepatu dan berbagai barang lain yang ditawarkan dengan harga yang dirasa cukup menarik adan unik apalagi ditambah dengan discount –discount tambahan yang menggiurkan dan agaknya dapat cukup menarik minat orang untuk berbelanja dengan sitem ini. Selain itu biasanya juga orang akan langsung merasa tertarik dengan barang-barang yang ditawarkan hanya dengan membuka situs-situs tertentu yang memang diperuntukan untuk media shopping online maupun melalui situs-situs jejaring sosial seperti facebook, twitwer dan lainya.
Dalam bintangweb.com disebutkan beberapa faktor yang menyebabkan mengapa orang cenderung mnyukai belanja dengan sistem online atau biasa disebut dengan shopping online, berikut faktor-fakto tersebut yaitu :
1. Anda dapat menghemat waktu Anda yang sangat berharga karena tidak perlu melakukan perjalanan ke toko yang menjual kebutuhan Anda
2. Tidak perlu terjebak kemacetan di jalan raya. Panas, bising, asap dan debu pasti tidak menyenangkan dan dapat membuat stres.
3. Hemat biaya perjalanan. Jika membawa mobil atau sepeda motor sendiri, tentu keluar biaya untuk BBM, apalagi jika terjebak macet.
4. Dengan belanja secara online, Anda tidak perlu bayar parkir untuk kendaraan Anda
Selain itu dalam tokoflash.com juga menyebutkan 10 keuntungan berbelanja dengan sistem online diantaranya :
1. Terhindar dari kemacetan di jalan.
2. Menghemat ongkos transportasi, ongkos parkir, dll (Apalagi bagi yang di luar kota).
3. Menghemat waktu dan tenaga.
4. Menghemat biaya makan dan minum ketika berkunjung ke tempat belanja.
5. Menghindari “Impulsive Buying” (tergiur membeli barang lain yang tidak dibutuhkan) pada saat berkunjung ke tempat belanja.
6. Proses pembelian yang mudah, cukup pesan melalui sms/email, kemudian transfer pembayaran melalui internet banking/mobile banking/ATM, lalu tinggal duduk dan tunggu barang kiriman.
7. Bisa berbelanja kapan saja (24 jam sehari).
8. Menghindari keramaian/antrian di tempat belanja.
9. Secara total, perbelanjaan anda menjadi lebih hemat.
10. Bisa membaca informasi masing-masing produk di website toko online yang dikunjungi.
Agaknya keuntungan-keutungan atau kemudahan-kemudahan yang dirasa tersebut memang menjadi pemicu mengapa orang lebih menyukai belanja dengan sistem online ketimbang untuk pergi keluar rumah dan berkeliling pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Dalam tokoflash.com juga disebutkan sebuah hasil penelitian yaitu,”dari hasil survey Nielsen Global Online 2007, menempatkan Indonesia di posisi 13 dari 14 negara Asia Pasifik dalam daftar persentase terbanyak populasi pengguna internet yang pernah berbelanja online, dengan 51% populasi pengguna internet di Indonesia yang pernah berbelanja online. Hal ini menunjukkan semakin banyak orang yang sadar untuk memanfaatkan internet untuk kepraktisan berbelanja mereka”
Meski demikian, tetap saja berbelanja dengan sistem online atau shopping online memiliki beberapa kekurangan yang patut diwaspadai bagi anda yang gemar berbelanja dengan cara ini, dalam kabar-aneh.blogspot.com dijelaskan bahwa belanja online atau shopping online dapat mengganggu kesehatan, ini mengacu pada, sebagain besar orang kini juga lebih tertarik melakukan kegiatan belanja secara online. Akibatnya, aktivitas fisik yang bisa menunjang pembakaran lemak menjadi berkurang dan ini, memicu terjadinya efek buruk untuk kesehatan tubuh, padahal melakukan perjalanan belanja sebetulnya berkontribusi menyehatkan tubuh. Apalagi, jika dilakukan sambil berjalan kaki.
Nampaknya trend shopping online kini memang menjadi pilihan yang dirasa cukup efisien untuk dilakukan karena hanya dengan membuka internet melalui laptop, komputer, atau melalui smart phone dan mengunjungi situs-situs yang menawarkan barang kini anda dapat memesan barang dan membayar hanya dengan transfer uang tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan.Melalui shopping online dengan media internet ini secara langsung telah mempengaruhi kepribadian banyak orang,yaitu mengubah kebiasaan orang yng dahulu terbiasa harus mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan berganti menjadi hanya dengan cukup membuka internet dan mengujungi situs-situs shopping online dan memesannya kemudian cukup membyar dengan mentransfer uang sesuai harga barang ditambah ongkos kirim anada sudah bisa mendapat barang yang anda butuhkan tanpa perlu beranjak dari layar komputer atau layanan smart phone anda. Namun meski demikian tetap saja anada harus berhati-hati dengan media online tempat anda berbelanja agar tak tertipu dan tetap harus selektif dalam berbelanja barang- barang yang anda butuhkan sehingga dapat benar-benar memberi manfaat bagi diri anda.
Sumber :
1.Ketahui Efek Buruk Belanja Online
http://kabar-aneh.blogspot.com/2011/10/ketahui-efek-buruk-belanja-online.html. diakses tanggal 3 Januari 2012.
2. 5 Keuntungan Belanja secara Online
http://bintangweb.com/5-keuntungan-belanja-secara-online/. diakses tanggal 3 Januari 2012.
3. Keuntungan belanja online
http://tokoflash.com/index.php?route=information/information&information_id=9. diakses tanggal 3 Januari 2012.
Sepertinya semua orang sudah sangat terbiasa dengan shopping online saat ini. Shopping Online kiranya sudah cukup umum diminati oleh banyak orang sejak lama di media internet, tapi agaknya lebih ramai diminati sejak situs jejaring sosial Facebook ramai digandrungi pula.Shopping online mencakup banyak hal, mulai dari menjajakan berbagai gadget elektronik terbaru seperti Blackberry, smart phone,laptop, komputer, dan gadget-gadget canggih lain hingga pakaian,kosmetik,tas, sepatu dan berbagai barang lain yang ditawarkan dengan harga yang dirasa cukup menarik adan unik apalagi ditambah dengan discount –discount tambahan yang menggiurkan dan agaknya dapat cukup menarik minat orang untuk berbelanja dengan sitem ini. Selain itu biasanya juga orang akan langsung merasa tertarik dengan barang-barang yang ditawarkan hanya dengan membuka situs-situs tertentu yang memang diperuntukan untuk media shopping online maupun melalui situs-situs jejaring sosial seperti facebook, twitwer dan lainya.
Dalam bintangweb.com disebutkan beberapa faktor yang menyebabkan mengapa orang cenderung mnyukai belanja dengan sistem online atau biasa disebut dengan shopping online, berikut faktor-fakto tersebut yaitu :
1. Anda dapat menghemat waktu Anda yang sangat berharga karena tidak perlu melakukan perjalanan ke toko yang menjual kebutuhan Anda
2. Tidak perlu terjebak kemacetan di jalan raya. Panas, bising, asap dan debu pasti tidak menyenangkan dan dapat membuat stres.
3. Hemat biaya perjalanan. Jika membawa mobil atau sepeda motor sendiri, tentu keluar biaya untuk BBM, apalagi jika terjebak macet.
4. Dengan belanja secara online, Anda tidak perlu bayar parkir untuk kendaraan Anda
Selain itu dalam tokoflash.com juga menyebutkan 10 keuntungan berbelanja dengan sistem online diantaranya :
1. Terhindar dari kemacetan di jalan.
2. Menghemat ongkos transportasi, ongkos parkir, dll (Apalagi bagi yang di luar kota).
3. Menghemat waktu dan tenaga.
4. Menghemat biaya makan dan minum ketika berkunjung ke tempat belanja.
5. Menghindari “Impulsive Buying” (tergiur membeli barang lain yang tidak dibutuhkan) pada saat berkunjung ke tempat belanja.
6. Proses pembelian yang mudah, cukup pesan melalui sms/email, kemudian transfer pembayaran melalui internet banking/mobile banking/ATM, lalu tinggal duduk dan tunggu barang kiriman.
7. Bisa berbelanja kapan saja (24 jam sehari).
8. Menghindari keramaian/antrian di tempat belanja.
9. Secara total, perbelanjaan anda menjadi lebih hemat.
10. Bisa membaca informasi masing-masing produk di website toko online yang dikunjungi.
Agaknya keuntungan-keutungan atau kemudahan-kemudahan yang dirasa tersebut memang menjadi pemicu mengapa orang lebih menyukai belanja dengan sistem online ketimbang untuk pergi keluar rumah dan berkeliling pasar atau pusat perbelanjaan untuk membeli barang yang dibutuhkan. Dalam tokoflash.com juga disebutkan sebuah hasil penelitian yaitu,”dari hasil survey Nielsen Global Online 2007, menempatkan Indonesia di posisi 13 dari 14 negara Asia Pasifik dalam daftar persentase terbanyak populasi pengguna internet yang pernah berbelanja online, dengan 51% populasi pengguna internet di Indonesia yang pernah berbelanja online. Hal ini menunjukkan semakin banyak orang yang sadar untuk memanfaatkan internet untuk kepraktisan berbelanja mereka”
Meski demikian, tetap saja berbelanja dengan sistem online atau shopping online memiliki beberapa kekurangan yang patut diwaspadai bagi anda yang gemar berbelanja dengan cara ini, dalam kabar-aneh.blogspot.com dijelaskan bahwa belanja online atau shopping online dapat mengganggu kesehatan, ini mengacu pada, sebagain besar orang kini juga lebih tertarik melakukan kegiatan belanja secara online. Akibatnya, aktivitas fisik yang bisa menunjang pembakaran lemak menjadi berkurang dan ini, memicu terjadinya efek buruk untuk kesehatan tubuh, padahal melakukan perjalanan belanja sebetulnya berkontribusi menyehatkan tubuh. Apalagi, jika dilakukan sambil berjalan kaki.
Nampaknya trend shopping online kini memang menjadi pilihan yang dirasa cukup efisien untuk dilakukan karena hanya dengan membuka internet melalui laptop, komputer, atau melalui smart phone dan mengunjungi situs-situs yang menawarkan barang kini anda dapat memesan barang dan membayar hanya dengan transfer uang tanpa harus bersusah payah pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan.Melalui shopping online dengan media internet ini secara langsung telah mempengaruhi kepribadian banyak orang,yaitu mengubah kebiasaan orang yng dahulu terbiasa harus mengunjungi pasar atau pusat perbelanjaan berganti menjadi hanya dengan cukup membuka internet dan mengujungi situs-situs shopping online dan memesannya kemudian cukup membyar dengan mentransfer uang sesuai harga barang ditambah ongkos kirim anada sudah bisa mendapat barang yang anda butuhkan tanpa perlu beranjak dari layar komputer atau layanan smart phone anda. Namun meski demikian tetap saja anada harus berhati-hati dengan media online tempat anda berbelanja agar tak tertipu dan tetap harus selektif dalam berbelanja barang- barang yang anda butuhkan sehingga dapat benar-benar memberi manfaat bagi diri anda.
Sumber :
1.Ketahui Efek Buruk Belanja Online
http://kabar-aneh.blogspot.com/2011/10/ketahui-efek-buruk-belanja-online.html. diakses tanggal 3 Januari 2012.
2. 5 Keuntungan Belanja secara Online
http://bintangweb.com/5-keuntungan-belanja-secara-online/. diakses tanggal 3 Januari 2012.
3. Keuntungan belanja online
http://tokoflash.com/index.php?route=information/information&information_id=9. diakses tanggal 3 Januari 2012.
Kamis, 14 April 2011
model dan jenis stres
JENIS STRES
Ditinjau dari penyebabnya, stress dapat dibagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:
1. Stres fisik, merupakan stress yang disebabkan oleh keadaan fisik, seperti suhu yang terlalu tinggin atau terlalu rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu menyengat, dlln.
2. Stress kimiawi, merupakan stress yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun asam, basa, faktor hormone atau gas, dlln.
3. Stress mikrobiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh kuman, seperti virus, bakteri, atau parasit.
4. Stress fisiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh, antara lain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, organ, dlln.
5. Stress proses tumbuh kembang, merupakan stress yang disebabkan oleh proses tumbuh kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan, dan pertambahan usia.
6. Stress psikologis dan emosional, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan situasi psikologis atau ketidakmampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri, misalnya dalam hubungan interpersonal, sosial budaya, atau keagamaan.
4. MODEL STRES
Akar dan dampak stress dapat dipelajari dari sisi medis dan model teori perilaku. Model stress ini dapat digunakan untuk membantu pasien mengatasi respons yang tidak sehat dan tidak produktif terhadap stressor.
a. Model Berdasarkan Respons
Model stress ini menjelaskan respons atau pola respons tertentu yang dapat mengidentifikasikan stressor. Model stress yang dikemukakan oleh Selye, 1976, menguraikan stress sebagai respons yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang dihadapinya. Stress ditunjukkan oleh reaksi fisiologis tertentu yang disebut sindrom adaptasi umum ( general adaptation syndrome-GAS )
b. Model Berdasarkan Adaptasi
Model ini menyebutkan empat faktor yang menentukan apakah suatu situasi menimbulkan stress atau tidak ( Mechanic, 1962 ), yaitu:
1. Kemampuan untuk mengatasi stress, bergantung pada pengalaman seserang dalam menghadapi stress serupa, system pendukung, dan persepsi keseluruhan terhadap stress.
2. Praktik dan norma dari kelompok atau rekan-rekan pasien yang mengalami stress. Jika kelompoknya menggap wajar untuk membicarakan stressor, maka pasien dapat mengeluhkan atau mendiskusikan hal tersebut. Respons ini dapat membantu proses adaptasi terhadap stress.
3. Pengaruh lingkungan social dalam membantu seseorang menghadapi stressor. Seorang mahasiswa yang resah menghadapi hasil ujian akhirnya yang pertama dapat mencari pertolongan dosennya. Dosen dapat memberikan penilaian dan selanjutnya memberikan referensi kepada asisten dosen tertentu yang menurutnya mampu membantu kegiatan belajar mahasiswa tersebut. Dosen dan asisten dosen dalam contoh ini merupakan sumber penurun tingginya stressor yang dialami mahasiswa tersebut.
4. Sumber daya dapat digunakan untuk mengatasi stressor. Misalnya, seorang penderits sakit yang kurang mampu dalam hal keuangan dapat memperoleh bantuan tunjangan Askes dari perusahaan tempatnya bekerja untuk kemudian berobat di rumah sakit yang memadai. Hal ini mempengaruhi cara pasien untuk mendapatkan askes ke sumber daya yang dapat membantunya mengatasi stresir fisiologis.
c. Model Berdasarkan Stimulasi
Model ini berfokus pada karakteristik yang bersifat menggangu atau merusak dalam lingkungan. Riset klasik yang mengungkapkan stress sebagai stimulus telah menghasilkan skala penyesuaian ulang sosial, yang mengukur dampak dari peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan seseorang terhadap penyakit yang dideritanya (Holmes dan Rahe, 1976). Asumsi-asumsi yang mendasari model ini adalah:
1. Perisrtiwa-peristiwa yang mengubah hidup seseorang merupakan hal normal yang membutuhkan jenis dan waktu penyesuaian yang sama.
2. Orang adalah penerima stress yang pasif; persepsi mereka terhadap suatu peristiwa tidaklah relevan.
3. Semua orang memiliki ambang batas stimulus yang sama dan sakit akan timbul setelah ambang batas tersebut terlampaui.
d. Model berdasarkan Transaksi
Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yag dinamis, resiprokal, dan interaktif. Model ini dikembangkan oleh Lazarus dan Folkman ini menganggap stressor sebagai respons perceptual seseoarng yang berakar dari proses dan kognitif. Stress berasal dari hubungan antara orang dan lingkungannya.
sumber : http://silahkanngintip.blogspot.com/2011/03/defenisi-sumber-jenis-dan-model-stress.html
dikutip pada :14-04-2011
Ditinjau dari penyebabnya, stress dapat dibagi dalam beberapa jenis sebagai berikut:
1. Stres fisik, merupakan stress yang disebabkan oleh keadaan fisik, seperti suhu yang terlalu tinggin atau terlalu rendah, suara bising, sinar matahari yang terlalu menyengat, dlln.
2. Stress kimiawi, merupakan stress yang disebabkan oleh pengaruh senyawa kimia yang terdapat pada obat-obatan, zat beracun asam, basa, faktor hormone atau gas, dlln.
3. Stress mikrobiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh kuman, seperti virus, bakteri, atau parasit.
4. Stress fisiologis, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan fungsi organ tubuh, antara lain gangguan struktur tubuh, fungsi jaringan, organ, dlln.
5. Stress proses tumbuh kembang, merupakan stress yang disebabkan oleh proses tumbuh kembang seperti pada masa pubertas, pernikahan, dan pertambahan usia.
6. Stress psikologis dan emosional, merupakan stress yang disebabkan oleh gangguan situasi psikologis atau ketidakmampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri, misalnya dalam hubungan interpersonal, sosial budaya, atau keagamaan.
4. MODEL STRES
Akar dan dampak stress dapat dipelajari dari sisi medis dan model teori perilaku. Model stress ini dapat digunakan untuk membantu pasien mengatasi respons yang tidak sehat dan tidak produktif terhadap stressor.
a. Model Berdasarkan Respons
Model stress ini menjelaskan respons atau pola respons tertentu yang dapat mengidentifikasikan stressor. Model stress yang dikemukakan oleh Selye, 1976, menguraikan stress sebagai respons yang tidak spesifik dari tubuh terhadap tuntutan yang dihadapinya. Stress ditunjukkan oleh reaksi fisiologis tertentu yang disebut sindrom adaptasi umum ( general adaptation syndrome-GAS )
b. Model Berdasarkan Adaptasi
Model ini menyebutkan empat faktor yang menentukan apakah suatu situasi menimbulkan stress atau tidak ( Mechanic, 1962 ), yaitu:
1. Kemampuan untuk mengatasi stress, bergantung pada pengalaman seserang dalam menghadapi stress serupa, system pendukung, dan persepsi keseluruhan terhadap stress.
2. Praktik dan norma dari kelompok atau rekan-rekan pasien yang mengalami stress. Jika kelompoknya menggap wajar untuk membicarakan stressor, maka pasien dapat mengeluhkan atau mendiskusikan hal tersebut. Respons ini dapat membantu proses adaptasi terhadap stress.
3. Pengaruh lingkungan social dalam membantu seseorang menghadapi stressor. Seorang mahasiswa yang resah menghadapi hasil ujian akhirnya yang pertama dapat mencari pertolongan dosennya. Dosen dapat memberikan penilaian dan selanjutnya memberikan referensi kepada asisten dosen tertentu yang menurutnya mampu membantu kegiatan belajar mahasiswa tersebut. Dosen dan asisten dosen dalam contoh ini merupakan sumber penurun tingginya stressor yang dialami mahasiswa tersebut.
4. Sumber daya dapat digunakan untuk mengatasi stressor. Misalnya, seorang penderits sakit yang kurang mampu dalam hal keuangan dapat memperoleh bantuan tunjangan Askes dari perusahaan tempatnya bekerja untuk kemudian berobat di rumah sakit yang memadai. Hal ini mempengaruhi cara pasien untuk mendapatkan askes ke sumber daya yang dapat membantunya mengatasi stresir fisiologis.
c. Model Berdasarkan Stimulasi
Model ini berfokus pada karakteristik yang bersifat menggangu atau merusak dalam lingkungan. Riset klasik yang mengungkapkan stress sebagai stimulus telah menghasilkan skala penyesuaian ulang sosial, yang mengukur dampak dari peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan seseorang terhadap penyakit yang dideritanya (Holmes dan Rahe, 1976). Asumsi-asumsi yang mendasari model ini adalah:
1. Perisrtiwa-peristiwa yang mengubah hidup seseorang merupakan hal normal yang membutuhkan jenis dan waktu penyesuaian yang sama.
2. Orang adalah penerima stress yang pasif; persepsi mereka terhadap suatu peristiwa tidaklah relevan.
3. Semua orang memiliki ambang batas stimulus yang sama dan sakit akan timbul setelah ambang batas tersebut terlampaui.
d. Model berdasarkan Transaksi
Model ini memandang orang dan lingkungannya dalam hubungan yag dinamis, resiprokal, dan interaktif. Model ini dikembangkan oleh Lazarus dan Folkman ini menganggap stressor sebagai respons perceptual seseoarng yang berakar dari proses dan kognitif. Stress berasal dari hubungan antara orang dan lingkungannya.
sumber : http://silahkanngintip.blogspot.com/2011/03/defenisi-sumber-jenis-dan-model-stress.html
dikutip pada :14-04-2011
Stres
Seringkali stres didefinisikan dengan hanya melihat dari stimulus atau respon yang dialami seseorang. Definisi stres dari stimulus terfokus pada kejadian di lingkungan seperti misalnya bencana alam, kondisi berbahaya, penyakit, atau berhenti dari kerja. Definisi ini menyangkut asumsi bahwa situasi demikian memang sangat menekan tapi tidak memperhatikan perbedaan individual dalam mengevaluasi kejadian. Sedangkan definisi stres dari respon mengacu pada keadaan stres, reaksi seseorang terhadap stres, atau berada dalam keadaan di bawah stres (Lazarus & Folkman, 1984).
Definisi stres dengan hanya melihat dari stimulus yang dialami seseorang, memiliki keterbatasan karena tidak memperhatikan adanya perbedaan individual yang mempengaruhi asumsi mengenai stresor. Sedangkan jika stres didefinisikan dari respon, maka tidak ada cara yang sistematis untuk mengenali mana yang akan jadi stresor dan mana yang tidak. Untuk mengenalinya, perlu dilihat terlebih dahulu reaksi yang terjadi. Selain itu, banyak respon dapat mengindikasikan stres psikologis yang padahal sebenarnya bukan merupakan stres psikologis. Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa respon tidak dapat secara reliabel dinilai sebagai reaksi stres psikologis tanpa adanya referensi dari stimulus (Lazarus & Folkman, 1984).
Singkatnya, semua pendekatan stimulus-respon mengacu pada pertanyaan krusial mengenai stimulus yang menghasilkan respon stres tertentu dan respon yang mengindikasikan stresor tertentu. Yang mendefinisikan stres adalah hubungan stimulus-respon yang diobservasi, bukan stimulus atau respon. Stimulus merupakan suatu stresor bila stimulus tersebut menghasilkan respon yang penuh tekanan, dan respon dikatakan penuh tekanan bila respon tersebut dihasilkan oleh tuntutan, deraan, ancaman atau beban. Oleh karena itu, stres merupakan hubungan antara individu dengan lingkungan yang oleh individu dinilai membebani atau melebihi kekuatannya dan mengancam kesehatannya (Lazarus & Folkman, 1984).
Proses Pengalaman Stres
Stres merupakan persepsi yang dinilai seseorang dari sebuah situasi atau peristiwa. Sebuah situasi yang sama dapat dinilai positif, netral atau negatif oleh orang yang berbeda. Penilaian ini bersifat subjektif pada setiap orang. Oleh karena itu, seseorang dapat merasa lebih stres daripada yang lainnya walaupun mengalami kejadian yang sama. Selain itu, semakin banyak kejadian yang dinilai sebagai stresoroleh seseorang, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami stres yang lebih berat.
Perbedaan tingkat perkembangan antara anak-anak dengan orang dewasa tidak membuat perbedaan besar dalam hal pembentukan persepsi manusia. Teori appraisal dari Lazarus sudah diaplikasikan dalam penelitian terhadap anak. Salah satu penelitian yang dimaksud adalah penelitian oleh Johnson dan Bradlyn (dalam Wolchik & Sandler, 1997), yang ditujukan untuk meneliti appraisal positif dan negatif terhadap suatu peristiwa serta seberapa besar pengaruh peristiwa tersebut terhadap seorang anak.
Menurut Lazarus (1991) dalam melakukan penilaian tersebut ada dua tahap yang harus dilalui, yaitu :
1. Primary appraisal
Primary appraisal merupakan proses penentuan makna dari suatu peristiwa yang dialami individu. Peristiwa tersebut dapat dipersepsikan positif, netral, atau negatif oleh individu. Peristiwa yang dinilai negatif kemudian dicari kemungkinan adanya harm, threat, atau challenge. Harm adalah penilaian mengenai bahaya yang didapat dari peristiwa yang terjadi. Threat adalah penilaian mengenai kemungkinan buruk atau ancaman yang didapat dari peristiwa yang terjadi. Challenge merupakan tantangan akan kesanggupan untuk mengatasi dan mendapatkan keuntungan dari peristiwa yang terjadi (Lazarus dalam Taylor, 1991). Pentingnya primary appraisal digambarkan dalam suatu studi klasik mengenai stres oleh Speisman, Lazarus, Mordkoff, dan Davidson (dalam Taylor, 1991). Studi ini menunjukkan bahwa stres bergantung pada bagaimana seseorang menilai suatu peristiwa.
Primary appraisal memiliki tiga komponen, yaitu:
1. Goal relevance; yaitu penilaian yang mengacu pada tujuan yang dimiliki seseorang, yaitu bagaimana hubungan peristiwa yang terjadi dengan tujuan personalnya.
2. Goal congruence or incongruenc; yaitu penilaian yang mengacu pada apakah hubungan antara peristiwa di lingkungan dan individu tersebut konsisten dengan keinginan individu atau tidak, dan apakah hal tersebut menghalangi atau memfasilitasi tujuan personalnya. Jika hal tersebut menghalanginya, maka disebut sebagai goal incongruence, dan sebaliknya jika hal tersebut memfasilitasinya, maka disebut sebagai goal congruence.
3. Type of ego involvement; yaitu penilaian yang mengacu pada berbagai macam aspek dari identitas ego atau komitmen seseorang.
2. Secondary appraisal
Secondary appraisal merupakan penilaian mengenai kemampuan individu melakukan coping, beserta sumber daya yang dimilikinya, dan apakah individu cukup mampu menghadapi harm, threat, dan challenge dalam peristiwa yang terjadi.
Secondary appraisal memiliki tiga komponen, yaitu:
1. Blame and credit: penilaian mengenai siapa yang bertanggung jawab atas situasi menekan yang terjadi atas diri individu.
2. Coping-potential: penilaian mengenai bagaimana individu dapat mengatasi situasi menekan atau mengaktualisasi komitmen pribadinya.
3. Future expectancy: penilaian mengenai apakah untuk alasan tertentu individu mungkin berubah secara psikologis untuk menjadi lebih baik atau buruk.
Pengalaman subjektif akan stres merupakan keseimbangan antara primary dan secondary appraisal. Ketika harm dan threat yang ada cukup besar, sedangkan kemampuan untuk melakukan coping tidak memadai, stres yang besar akan dirasakan oleh individu. Sebaliknya, ketika kemampuan coping besar, stres dapat diminimalkan.
Respon Stres
Taylor (1991) menyatakan, stres dapat menghasilkan berbagai respon. Berbagai peneliti telah membuktikan bahwa respon-respon tersebut dapat berguna sebagai indikator terjadinya stres pada individu, dan mengukur tingkat stres yang dialami individu. Respon stres dapat terlihat dalam berbagai aspek, yaitu:
1.
1. Respon fisiologis; dapat ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, detak jantung, detak nadi, dan sistem pernapasan.
2. Respon kognitif; dapat terlihat lewat terganggunya proses kognitif individu, seperti pikiran menjadi kacau, menurunnya daya konsentrasi, pikiran berulang, dan pikiran tidak wajar.
3. Respon emosi; dapat muncul sangat luas, menyangkut emosi yang mungkin dialami individu, seperti takut, cemas, malu, marah, dan sebagainya.
4. Respon tingkah laku; dapat dibedakan menjadi fight, yaitu melawan situasi yang menekan, dan flight, yaitu menghindari situasi yang menekan.
sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/stres.html
Written by Reina Wangsadjaja, S, Psi
dikutip pada : 14-04-2011
Definisi stres dengan hanya melihat dari stimulus yang dialami seseorang, memiliki keterbatasan karena tidak memperhatikan adanya perbedaan individual yang mempengaruhi asumsi mengenai stresor. Sedangkan jika stres didefinisikan dari respon, maka tidak ada cara yang sistematis untuk mengenali mana yang akan jadi stresor dan mana yang tidak. Untuk mengenalinya, perlu dilihat terlebih dahulu reaksi yang terjadi. Selain itu, banyak respon dapat mengindikasikan stres psikologis yang padahal sebenarnya bukan merupakan stres psikologis. Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa respon tidak dapat secara reliabel dinilai sebagai reaksi stres psikologis tanpa adanya referensi dari stimulus (Lazarus & Folkman, 1984).
Singkatnya, semua pendekatan stimulus-respon mengacu pada pertanyaan krusial mengenai stimulus yang menghasilkan respon stres tertentu dan respon yang mengindikasikan stresor tertentu. Yang mendefinisikan stres adalah hubungan stimulus-respon yang diobservasi, bukan stimulus atau respon. Stimulus merupakan suatu stresor bila stimulus tersebut menghasilkan respon yang penuh tekanan, dan respon dikatakan penuh tekanan bila respon tersebut dihasilkan oleh tuntutan, deraan, ancaman atau beban. Oleh karena itu, stres merupakan hubungan antara individu dengan lingkungan yang oleh individu dinilai membebani atau melebihi kekuatannya dan mengancam kesehatannya (Lazarus & Folkman, 1984).
Proses Pengalaman Stres
Stres merupakan persepsi yang dinilai seseorang dari sebuah situasi atau peristiwa. Sebuah situasi yang sama dapat dinilai positif, netral atau negatif oleh orang yang berbeda. Penilaian ini bersifat subjektif pada setiap orang. Oleh karena itu, seseorang dapat merasa lebih stres daripada yang lainnya walaupun mengalami kejadian yang sama. Selain itu, semakin banyak kejadian yang dinilai sebagai stresoroleh seseorang, maka semakin besar kemungkinan seseorang mengalami stres yang lebih berat.
Perbedaan tingkat perkembangan antara anak-anak dengan orang dewasa tidak membuat perbedaan besar dalam hal pembentukan persepsi manusia. Teori appraisal dari Lazarus sudah diaplikasikan dalam penelitian terhadap anak. Salah satu penelitian yang dimaksud adalah penelitian oleh Johnson dan Bradlyn (dalam Wolchik & Sandler, 1997), yang ditujukan untuk meneliti appraisal positif dan negatif terhadap suatu peristiwa serta seberapa besar pengaruh peristiwa tersebut terhadap seorang anak.
Menurut Lazarus (1991) dalam melakukan penilaian tersebut ada dua tahap yang harus dilalui, yaitu :
1. Primary appraisal
Primary appraisal merupakan proses penentuan makna dari suatu peristiwa yang dialami individu. Peristiwa tersebut dapat dipersepsikan positif, netral, atau negatif oleh individu. Peristiwa yang dinilai negatif kemudian dicari kemungkinan adanya harm, threat, atau challenge. Harm adalah penilaian mengenai bahaya yang didapat dari peristiwa yang terjadi. Threat adalah penilaian mengenai kemungkinan buruk atau ancaman yang didapat dari peristiwa yang terjadi. Challenge merupakan tantangan akan kesanggupan untuk mengatasi dan mendapatkan keuntungan dari peristiwa yang terjadi (Lazarus dalam Taylor, 1991). Pentingnya primary appraisal digambarkan dalam suatu studi klasik mengenai stres oleh Speisman, Lazarus, Mordkoff, dan Davidson (dalam Taylor, 1991). Studi ini menunjukkan bahwa stres bergantung pada bagaimana seseorang menilai suatu peristiwa.
Primary appraisal memiliki tiga komponen, yaitu:
1. Goal relevance; yaitu penilaian yang mengacu pada tujuan yang dimiliki seseorang, yaitu bagaimana hubungan peristiwa yang terjadi dengan tujuan personalnya.
2. Goal congruence or incongruenc; yaitu penilaian yang mengacu pada apakah hubungan antara peristiwa di lingkungan dan individu tersebut konsisten dengan keinginan individu atau tidak, dan apakah hal tersebut menghalangi atau memfasilitasi tujuan personalnya. Jika hal tersebut menghalanginya, maka disebut sebagai goal incongruence, dan sebaliknya jika hal tersebut memfasilitasinya, maka disebut sebagai goal congruence.
3. Type of ego involvement; yaitu penilaian yang mengacu pada berbagai macam aspek dari identitas ego atau komitmen seseorang.
2. Secondary appraisal
Secondary appraisal merupakan penilaian mengenai kemampuan individu melakukan coping, beserta sumber daya yang dimilikinya, dan apakah individu cukup mampu menghadapi harm, threat, dan challenge dalam peristiwa yang terjadi.
Secondary appraisal memiliki tiga komponen, yaitu:
1. Blame and credit: penilaian mengenai siapa yang bertanggung jawab atas situasi menekan yang terjadi atas diri individu.
2. Coping-potential: penilaian mengenai bagaimana individu dapat mengatasi situasi menekan atau mengaktualisasi komitmen pribadinya.
3. Future expectancy: penilaian mengenai apakah untuk alasan tertentu individu mungkin berubah secara psikologis untuk menjadi lebih baik atau buruk.
Pengalaman subjektif akan stres merupakan keseimbangan antara primary dan secondary appraisal. Ketika harm dan threat yang ada cukup besar, sedangkan kemampuan untuk melakukan coping tidak memadai, stres yang besar akan dirasakan oleh individu. Sebaliknya, ketika kemampuan coping besar, stres dapat diminimalkan.
Respon Stres
Taylor (1991) menyatakan, stres dapat menghasilkan berbagai respon. Berbagai peneliti telah membuktikan bahwa respon-respon tersebut dapat berguna sebagai indikator terjadinya stres pada individu, dan mengukur tingkat stres yang dialami individu. Respon stres dapat terlihat dalam berbagai aspek, yaitu:
1.
1. Respon fisiologis; dapat ditandai dengan meningkatnya tekanan darah, detak jantung, detak nadi, dan sistem pernapasan.
2. Respon kognitif; dapat terlihat lewat terganggunya proses kognitif individu, seperti pikiran menjadi kacau, menurunnya daya konsentrasi, pikiran berulang, dan pikiran tidak wajar.
3. Respon emosi; dapat muncul sangat luas, menyangkut emosi yang mungkin dialami individu, seperti takut, cemas, malu, marah, dan sebagainya.
4. Respon tingkah laku; dapat dibedakan menjadi fight, yaitu melawan situasi yang menekan, dan flight, yaitu menghindari situasi yang menekan.
sumber : http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/stres.html
Written by Reina Wangsadjaja, S, Psi
dikutip pada : 14-04-2011
Privasi
Pengertian Privasi :
* · Privasi adalah tingkat interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu.
* · Privasi merupakan kemampuan seseorang atau kelompok dalam mengontrol interaksi pabca inderanya dengan pihak lain.
* · Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu.
* · Privasi sebagi suatu kemampuan untuk mengkontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan dan kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan.
* · Privasi menunjukkan adanya pilihan untuk menghindarkan diri dari keterlibatan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.
* · Privasi adalah proses pengkontrolan yang selektif terhadap akses kepada diri sendiri dan akses kepada orang lain.
* · Privasi menunjukkan adanya pilihan untuk menghindarkan diri dari keterlibatan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.
Fungsi Privasi :
1. Pengatur dan pengontrol interaksi interpersonal yang berarti sejauh mana hubungan dengan orang lain diinginkan, kapan waktunya menyendiri dan kapan waktunya bersama-sama dengan orang lain.
2. 2. Merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain, yang meliputi keintiman atau jarak dalam berhubungan dengan orang lain.
3. 3. Memperjelas identitas diri.
Privasi dibagi menjadi dua macam yaitu :
s 1. Privasi tinggi adalah bila ingin menyendiri dan hubungan dengan orang lain berkurang.
s 2. Privasi rendah adalah bila hubungan dengan orang lain dikehendaki.
Macam tingkat privasi :
* Keterbukaan atau ketertutupan yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi denagn orang lain , atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai orang lain.
Ada 2 jenis orientasi mengenai privasi :
1. Tingkah laku menarik diri
× Solitude adalah keinginan untuk menyendiri
× Seclusion adalah keinginan untuk menjauh dari pandangan dan gangguan suara tetangga serta kebisingan lalu lintas
× Intimacy adalah keinginan untuk dekat dengan keluarga dan orang-orang tertentu , tetapi jauh dari semua orang.
2. Mengontrol informasi
× Anonmity adalah keinginan untuk merahasiakan jati diri
× Reserve adalah keinginan untuk mengungkapkan diri terlalu banyak kepada orang lain
× NotNeighboring adalah keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga
Faktor-faktor yang mempengaruhi privasi :
1.Faktor Personal.
2.Faktor Situasional.
3.Faktor Budaya
Privacy memiliki 2 jenis penggolongan
1. Golongan yang berkeinginan untuk tidak diganggu secara fisik.
a. Keinginan untuk menyendiri (solitude)
Misalnya ketika seseorang sedang dalam keadaan sedih dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
b. Keinginan untuk menjauhkan dari pandangan atau gangguan suara tetangga / lalu lintas (seclusion)
Misalnya saat seseorang ingin menenangkan pikirannya , ia pergi ke daerah pegunungan untuk menjauhkan diri dari keramaian kota.
c. Keinginan untuk intim dengan orang-orang tertentu saja, tetapi jauh dari semua orang (intimacy)
Misalnya orang yang pergi ke daerah puncak bersama orang-orang terdekat seperti keluarga.
2. Golongan yang berkeinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya memberi informasi yang dianggap perlu.
a. Keinginan untuk merahasiakan jati diri (anaonimity)
b. Keinginan untuk tidak mengungkapkn diri terlalu banyak kepada orang lain (reserve)
c. Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga (not neighboring)
Pengaruh Privasi terhadap Lingkungan
Altman (21975) menjelaskan bahwa fungsi psikologis dari perilaku yang penting adalah mengatur interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungan sosial. Bila seseorang dapat mendapatkan privasi seperti yang diinginkannya maka ia akan dapat mengatur kapan harus berhubungan dengan orang lain dan kapan harus sendiri.
Maxine Wolfe dkk mencatat bahwa pengelolaan hubungan interpersonal adalah pusat dari pengalaman tentang privasi dalam kehidupan sehari-hari.
Westin (dalam Holahan, 1982) mengatakan bahwa ketertutupan terhadap informasi personal yang selektif, memenuhi kebutuhan individu untuk membagi kepercayaan dengan orang lain.
Schwatrz (dalam Holahan, 1982) menemukan bahwa kemampuan untuk menarik diri ke dalam privasi dapat membantu membuat hidup ini lebih mengenakkan saat harus berurusan dengan orang-orang yang sulit.
Westin (dalam Holahan, 1982) dengan privasi kita juga dapat melakukan evaluasi diri dan membantu kita mengembangkan dan mengelola perasaan otonomi diri. Otonomi ini meliputi perasaan bebas, kesadaran memilih dan kemerdekaan dari pengaruh orang lain.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil suatu rangkuman bahwa fungsi psikologis dari privasi dapat dibagi menjadi dua yaitu, pertama privasi memainkan peran dalam mengelola interaksi sosial yang kompleks di dalam kelompok sosial. Kedua, privasi membantu kita memantapkan perasaan identitas pribadi.
Sumber :
Dharma, Agus.Teori Arsitektur 3.Jakarta:Gunadarma,1998.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab6-privasi.pdf
http://retno10508190psi.blogspot.com/2011/04/privasi.html
dikutip pada: 14-04-2011
* · Privasi adalah tingkat interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu.
* · Privasi merupakan kemampuan seseorang atau kelompok dalam mengontrol interaksi pabca inderanya dengan pihak lain.
* · Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki oleh seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu.
* · Privasi sebagi suatu kemampuan untuk mengkontrol interaksi, kemampuan untuk memperoleh pilihan-pilihan dan kemampuan untuk mencapai interaksi seperti yang diinginkan.
* · Privasi menunjukkan adanya pilihan untuk menghindarkan diri dari keterlibatan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.
* · Privasi adalah proses pengkontrolan yang selektif terhadap akses kepada diri sendiri dan akses kepada orang lain.
* · Privasi menunjukkan adanya pilihan untuk menghindarkan diri dari keterlibatan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.
Fungsi Privasi :
1. Pengatur dan pengontrol interaksi interpersonal yang berarti sejauh mana hubungan dengan orang lain diinginkan, kapan waktunya menyendiri dan kapan waktunya bersama-sama dengan orang lain.
2. 2. Merencanakan dan membuat strategi untuk berhubungan dengan orang lain, yang meliputi keintiman atau jarak dalam berhubungan dengan orang lain.
3. 3. Memperjelas identitas diri.
Privasi dibagi menjadi dua macam yaitu :
s 1. Privasi tinggi adalah bila ingin menyendiri dan hubungan dengan orang lain berkurang.
s 2. Privasi rendah adalah bila hubungan dengan orang lain dikehendaki.
Macam tingkat privasi :
* Keterbukaan atau ketertutupan yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi denagn orang lain , atau justru ingin menghindar atau berusaha supaya sukar dicapai orang lain.
Ada 2 jenis orientasi mengenai privasi :
1. Tingkah laku menarik diri
× Solitude adalah keinginan untuk menyendiri
× Seclusion adalah keinginan untuk menjauh dari pandangan dan gangguan suara tetangga serta kebisingan lalu lintas
× Intimacy adalah keinginan untuk dekat dengan keluarga dan orang-orang tertentu , tetapi jauh dari semua orang.
2. Mengontrol informasi
× Anonmity adalah keinginan untuk merahasiakan jati diri
× Reserve adalah keinginan untuk mengungkapkan diri terlalu banyak kepada orang lain
× NotNeighboring adalah keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga
Faktor-faktor yang mempengaruhi privasi :
1.Faktor Personal.
2.Faktor Situasional.
3.Faktor Budaya
Privacy memiliki 2 jenis penggolongan
1. Golongan yang berkeinginan untuk tidak diganggu secara fisik.
a. Keinginan untuk menyendiri (solitude)
Misalnya ketika seseorang sedang dalam keadaan sedih dia tidak ingin di ganggu oleh siapapun.
b. Keinginan untuk menjauhkan dari pandangan atau gangguan suara tetangga / lalu lintas (seclusion)
Misalnya saat seseorang ingin menenangkan pikirannya , ia pergi ke daerah pegunungan untuk menjauhkan diri dari keramaian kota.
c. Keinginan untuk intim dengan orang-orang tertentu saja, tetapi jauh dari semua orang (intimacy)
Misalnya orang yang pergi ke daerah puncak bersama orang-orang terdekat seperti keluarga.
2. Golongan yang berkeinginan untuk menjaga kerahasiaan diri sendiri yang berwujud dalam tingkah laku hanya memberi informasi yang dianggap perlu.
a. Keinginan untuk merahasiakan jati diri (anaonimity)
b. Keinginan untuk tidak mengungkapkn diri terlalu banyak kepada orang lain (reserve)
c. Keinginan untuk tidak terlibat dengan tetangga (not neighboring)
Pengaruh Privasi terhadap Lingkungan
Altman (21975) menjelaskan bahwa fungsi psikologis dari perilaku yang penting adalah mengatur interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungan sosial. Bila seseorang dapat mendapatkan privasi seperti yang diinginkannya maka ia akan dapat mengatur kapan harus berhubungan dengan orang lain dan kapan harus sendiri.
Maxine Wolfe dkk mencatat bahwa pengelolaan hubungan interpersonal adalah pusat dari pengalaman tentang privasi dalam kehidupan sehari-hari.
Westin (dalam Holahan, 1982) mengatakan bahwa ketertutupan terhadap informasi personal yang selektif, memenuhi kebutuhan individu untuk membagi kepercayaan dengan orang lain.
Schwatrz (dalam Holahan, 1982) menemukan bahwa kemampuan untuk menarik diri ke dalam privasi dapat membantu membuat hidup ini lebih mengenakkan saat harus berurusan dengan orang-orang yang sulit.
Westin (dalam Holahan, 1982) dengan privasi kita juga dapat melakukan evaluasi diri dan membantu kita mengembangkan dan mengelola perasaan otonomi diri. Otonomi ini meliputi perasaan bebas, kesadaran memilih dan kemerdekaan dari pengaruh orang lain.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil suatu rangkuman bahwa fungsi psikologis dari privasi dapat dibagi menjadi dua yaitu, pertama privasi memainkan peran dalam mengelola interaksi sosial yang kompleks di dalam kelompok sosial. Kedua, privasi membantu kita memantapkan perasaan identitas pribadi.
Sumber :
Dharma, Agus.Teori Arsitektur 3.Jakarta:Gunadarma,1998.
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/peng_psikologi_lingkungan/bab6-privasi.pdf
http://retno10508190psi.blogspot.com/2011/04/privasi.html
dikutip pada: 14-04-2011
Langganan:
Postingan (Atom)