Dalam hubungannya dengan lingkungan fisik Wrighstman dan Deaux (1981) membedakan dua bentuk kualitas lingkungan yang meliputi:
1. Ambient Condition
Kualitas fisik dari keadaan yang mengelilingi individu seperti sound, cahaya/penerangan, warna, kualitas udara, temperatur dan kelembaban.
2. Architectural Features
Yang tercakup di dalamnya adalah seting-seting yang bersifat permanen. Misalnya di dalam ruangan, yang termasuk di dalamnya antara lain konfigurasi dinding, lantai, atap, serta pengaturan perabot dan dekorasi. Dalam suatu gedung architectural features meliputi lay out tiap lantai, desain dan perlakuan ruang dalam, dan sebagainya.
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
Kamis, 17 Februari 2011
LINGKUP PSIKOLOGI LINGKUNGAN
Proshansky (1974) melihat bahwa psikologi lingkungan memberi perhatian pada manusia, tempat serta perilaku dan pengalaman-pengalaman manusia dalam hubungannya dengan seting fisik. Lingkungan fisik tidak hanya berarti rangsang-rangsang fisik (seperti cahaya, sound, suhu, bentuk, warna dan kepadatan) terhadap objek-objek fisik tertentu, tetapi lebih dari itu merupakan suatu kompleksitas yang terdiri dari beberapa fisik dimana seseorang tinggal, berinteraksi dan beraktivitas. Sehubungan dengan lingkungan fisik, pusat perhatian psikologi lingkungan adalah lingkungan binaan (built environment).
Ruang lingkup psikologi lingkungan lebih jauh membahas: rancangan (desain), organisasi dan pemaknaan, ataupun hal-hal yang lebih spesifik seperti ruang-ruang, bangunan-bangunan, ketetanggan, rumah sakit dan ruang-ruangannya, perumahan, apartemen, museum, sekolah, mobil, pesawat, teater, ruang tidur, seting kota, tempat rekreasi, hutan alami, serta setting-setting lain pada lingkung yang bervariasi (Proshansky, 1974).
Sosiologi lingkungn yang muncul pada tahun 1970-an merupakan cabang ilmu yang amat dekat dengan psikologi lingkungan. Perbedaannya terletak pada unit analisisnya. Jikalau psikologi lingkungan unit analisisnya adalah manusia dan kumpulan manusia sebagai individu, maka sosiologi lingkungan unit analisisnya adalah unit-unit dalam masyarakat seperti penduduk kota, pemerintah, pengunjung taman rekreasi dan sebagainya. Jenis-jenis lingkungan di dalam sosiologi lingkungan yang beberapa di antaranya adalah juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono, 1992):
1. Lingkungan alamiah (natural environment) seperti: lautan, hutan dan sebagainya.
2. Lingkungan buatan/binaan (bulit environment) seperti: jalan raya, perumahan, taman, rumah susun dan sebagainya.
3. Lingkungan sosial.
4. Lingkungan yang dimodifikasi.
Sementara itu, Veitch dan Arkkelin (1995) sebagai mana disebut di muka menetapkan bahwa psikologi lingkungan merupakan suatu area dari pencarian yang bercabang dari sejumlah disiplin seperti biologi, geologi, psikologi, hukum, geografi, ekonomi, sosiologi, kimia, fisika, sejarah, filsafat, beserta sub disiplin dan rekayasanya. Oleh karena itu berdasarkan ruang lingkupnya, maka psikologi lingkungan ternyata selain membahas seting-seting yang berhubungan dengan manusia dan perilakunya, juga melibatkan disiplin ilmu yang beragam.
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
Ruang lingkup psikologi lingkungan lebih jauh membahas: rancangan (desain), organisasi dan pemaknaan, ataupun hal-hal yang lebih spesifik seperti ruang-ruang, bangunan-bangunan, ketetanggan, rumah sakit dan ruang-ruangannya, perumahan, apartemen, museum, sekolah, mobil, pesawat, teater, ruang tidur, seting kota, tempat rekreasi, hutan alami, serta setting-setting lain pada lingkung yang bervariasi (Proshansky, 1974).
Sosiologi lingkungn yang muncul pada tahun 1970-an merupakan cabang ilmu yang amat dekat dengan psikologi lingkungan. Perbedaannya terletak pada unit analisisnya. Jikalau psikologi lingkungan unit analisisnya adalah manusia dan kumpulan manusia sebagai individu, maka sosiologi lingkungan unit analisisnya adalah unit-unit dalam masyarakat seperti penduduk kota, pemerintah, pengunjung taman rekreasi dan sebagainya. Jenis-jenis lingkungan di dalam sosiologi lingkungan yang beberapa di antaranya adalah juga banyak digunakan dalam psikologi lingkungan adalah (Sarwono, 1992):
1. Lingkungan alamiah (natural environment) seperti: lautan, hutan dan sebagainya.
2. Lingkungan buatan/binaan (bulit environment) seperti: jalan raya, perumahan, taman, rumah susun dan sebagainya.
3. Lingkungan sosial.
4. Lingkungan yang dimodifikasi.
Sementara itu, Veitch dan Arkkelin (1995) sebagai mana disebut di muka menetapkan bahwa psikologi lingkungan merupakan suatu area dari pencarian yang bercabang dari sejumlah disiplin seperti biologi, geologi, psikologi, hukum, geografi, ekonomi, sosiologi, kimia, fisika, sejarah, filsafat, beserta sub disiplin dan rekayasanya. Oleh karena itu berdasarkan ruang lingkupnya, maka psikologi lingkungan ternyata selain membahas seting-seting yang berhubungan dengan manusia dan perilakunya, juga melibatkan disiplin ilmu yang beragam.
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
DEFINISI PSIKOLOGI LINGKUNGAN
Definisi psikologi lingkungan memiliki beragam batasan. Heimstra dan Mc Farling (dalam Prawitasari, 1989) menyatakan bahwa psikologi lingkungan adalah disiplin yang memperhatikan dan mempelajari hubungan antara perilaku manusia dengan lingkungan fisik. Gifford (1987) mendefinisikan psikologi psikologi lingkungan sebagai studi dari transaksi di antara individu dengan seting fisiknya. Dalam transaksi tersebut individu mengubah lingkungan dan sebaliknya perilaku dan pengalaman individu diubah oleh lingkungan. Sementara itu Proshansky, Ittleson dan Rivlin (dalam Prawitasari, 1989) menyatakan bahwa definisi yang adekuat tentang psikologi lingkungan tidak ada. Mereka mengatakan bahwa psikologi lingkungan adalah apa yang dilakukan psikolog lingkungan. Ahli lain seperti Canter dan Craik (dalam Prawitasari, 1989) mengatakan bahwa psikologi lingkungan adalah area psikologi yang melakukan konjungsi dan analisis tentang transaksidan hubungan antara pengalaman dan tindakan-tindakan yang berhubungan dengan lingkungan sosiofisik.
Emery dan Tryst (dalam Soesilo, 1989) melihat bahwa hubungan antara manusia dengan lingkungannya merupakan suatu jalinan transactional independency atau terjadi ketergantungan satu sama lain. Hal ini hampir sama dengan pendapat Gifford, yaitu manusia mempengaruhi lingkungannya, untuk selanjutnya lingkungan mempengaruhi manusia, demikian pula sebaliknya.
Veitch dan Arkkelin (1995) mendefinisikan psikologi lingkungan sebagai ilmu perilaku multidisiplin yang memiliki orientasi dasar dan terapan, yang memfokuskan interrelasi antara perilaku dan pengalaman manusia sebagai individu dengan lingkungan fisik dan sosial.
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
Emery dan Tryst (dalam Soesilo, 1989) melihat bahwa hubungan antara manusia dengan lingkungannya merupakan suatu jalinan transactional independency atau terjadi ketergantungan satu sama lain. Hal ini hampir sama dengan pendapat Gifford, yaitu manusia mempengaruhi lingkungannya, untuk selanjutnya lingkungan mempengaruhi manusia, demikian pula sebaliknya.
Veitch dan Arkkelin (1995) mendefinisikan psikologi lingkungan sebagai ilmu perilaku multidisiplin yang memiliki orientasi dasar dan terapan, yang memfokuskan interrelasi antara perilaku dan pengalaman manusia sebagai individu dengan lingkungan fisik dan sosial.
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
LATAR BELAKANG SEJARAH PSIKOLOGI LINGKUNGAN
Adalah Kurt Lewin yang pertama kali memperkenalkan Field Theory (Teori Medan) yang merupakan salah satu langkah awal dari teori yang mempertimbangkan interaksi antara lingkungan dengan manusia. Lewin mengatakan bahwa tingkah laku adalah fungsi dari pribadi dan lingkungan, sehingg dapat diformulasikan menjadi:
TL = f (PL)
TL = tingkah laku
f = fungsi
P = pribadi
L = lingkungan
Bersasarkan rumus tersebut,Lewin mengajukan adanya kekuatan-kekuatan yang terjadi selama interaksi antara manusia dan lingkungan. Masing-masing komponen tersebut bergerak suatu kekuatan-kekuatan yang terjadi pada medan interaksi, yaitu daya tarik & daya mendekat dan daya tolak & daya menjauh. Interaksi tersebut terjadi pada lapangan psikologis seseorang (penghuni/pemakai) yang pada akhirnya akan mencerminkan tingkah laku penghuni (Iskandar, 1990). Berdasarkan formulasi di atas, maka P (pribadi) dan L (lingkungan) merupakan variabel bebas atau mempengaruhi, sementara TL (tingkah laku) merupakan variabel terikat atau yang dipengaruhi (Veitch dan Arkkelin, 1995).
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
TL = f (PL)
TL = tingkah laku
f = fungsi
P = pribadi
L = lingkungan
Bersasarkan rumus tersebut,Lewin mengajukan adanya kekuatan-kekuatan yang terjadi selama interaksi antara manusia dan lingkungan. Masing-masing komponen tersebut bergerak suatu kekuatan-kekuatan yang terjadi pada medan interaksi, yaitu daya tarik & daya mendekat dan daya tolak & daya menjauh. Interaksi tersebut terjadi pada lapangan psikologis seseorang (penghuni/pemakai) yang pada akhirnya akan mencerminkan tingkah laku penghuni (Iskandar, 1990). Berdasarkan formulasi di atas, maka P (pribadi) dan L (lingkungan) merupakan variabel bebas atau mempengaruhi, sementara TL (tingkah laku) merupakan variabel terikat atau yang dipengaruhi (Veitch dan Arkkelin, 1995).
Sumber : http://www.google.co.id/search?q=LATAR+BELAKANG+SEJARAH+PSIKOLOGI+LINGKUNGAN&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a
Tanggal akses : 17 Februari 2011-02-18
Langganan:
Postingan (Atom)