Selasa, 18 Mei 2010

Pendidikan Didominasi Otak Kiri

Kondisi pendidikan moderen saat ini cenderung didominasi fungsi otak kiri sebagai akibat ketatnya persaingan memasuki sekolah mulai strata TK hingga universitas.

Pandangan itu dikemukakan Guru besar Fakultas Kedokteran Unpad, Prof Dr A Purba dr MSc AIFO pada seminar Optimalisasi Fungsi Otak Kiri dan Otak Kanan Untuk Mempersiapkan Anak Yang Cerdas dan Kreatif yang diselenggarakan Ikatan Istri Dokter Indonesia di aula Pemkot Manado, Sabtu.

Purba mengatakan dominasi otak kiri dalam pendidikan terjadi mengingat ketatnya persaingan memasuki sekolah di tingkat TK sampai dengan perguruan tinggi, sehingga dari hari ke hari siswa diberi tambahan sekolah privat.

Kemudian akibat kondisi ekonomi yang buruk sehingga anak memilih sekolah yang menjamin kehidupan secara ekonomi lebih baik, akibatnya anak dididik menjadi lebih materialistis.

“Akibat persaingan tersebut ada anak bunuh diri karena ketidakmampuan orang tua. Jiwa anak tidak stabil karena fungsi otak kanan dan otak kiri tidak seimbang,” kata staf ahli Mendiknas tersebut.

Purba mengatakan, pada awal kehidupan yang aktif adalah otak kanan hingga umur lima sampai empat tahun. Sedangkan otak kiri mengikuti perkembangan otak kanan.

“Studi kompetensi belum diberikan kepada anak yang usianya kurang dari lima tahun atau TK, tetapi yang terjadi sekarang anak di bawah lima tahun diberi pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika,” katanya.

Purba mengatakan tidak dilarang memberikan pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika kepada anak TK, tetapi penyampaian pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika harus disampaikan secara menyenangkan.

Akibat pola pendidikan yang keliru tersebut, ujar dia, anak dilatih berfikir cepat dan tidak sistematis, berbicara terbata-bata, anak cepat gugup, kesulitan menulis. “Sebaiknya pada usia ini ibu mendongeng sebagai pengantar tidur untuk mengembangkan imajinasi anak dan perasaan anak,” katanya.

Prioritas pembelajaran pada siswa TK adalah belajar berkomunikasi, belajar bersosialisasi, mengenal lingkungan di luar rumah dan mengenal kebersamaan kelompok, sehingga tidak bijaksana kalau TK dibebani kognitif.

Sedangkan pada siswa SD, ujar dia, para siswa lebih diutamakan untuk menunjang kemandirian yang mematangkan aspek kognitif, psikomotorik dan afektif.

Menurut Purba, proses pendidikan yang tidak tepat menyebabkan siswa kurang daya cipta, kurang imajinasi, menghasilkan generasi yang pandai mengkritik, pandai meniru dan miskin ide, tidak produktif dan tidak mempunyai kemampuan memberikan solusi komprehensif.

Menurut Purba, untuk meningkatkan fungsi otak kanan bisa dilakukan dengan memberikan kesempatan anak bermain, memberikan mainan yang tidak lengkap, memberikan dongeng, lomba pidato, mengarang, mengikuti Pramuka, Osis dan lainnya. Sedangkan meningkatkan otak kiri dengan pendidikan formal dan nonformal. (*an/ham)

sumber : http://matanews.com/2009/10/03/pendidikan-didominasi-otak-kiri/
Sat, Oct 3, 2009 at 18:24 | Jakarta, matanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar