Selasa, 18 Mei 2010

Kemiskinan Pengaruhi Perilaku

Hidup miskin pada masa anak-anak dapat membentuk neurobiologi perkembangan anak, yang mempengaruhi perilaku dan kesehatan serta seberapa baik mereka bekerja pada masa dewasa.

Sejumlah peneliti AS menemukan apa yang mereka sebut “biologi kemalangan” di antara orang dewasa yang hidup miskin pada masa anak-anak, terutama jika mereka hidup miskin sebelum berusia lima tahun.

Menurut studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Association for the Advancement of Science (AAAS), awal masa anak-anak merupakan saat penting untuk membangun arsitektur otak yang membentuk kondisi kognitif, sosial dan emosional anak di masa depan.

“Anak-anak yang tumbuh dalam kondisi tidak menguntungkan kurang dapat menghadapi stres, dan ini ditunjukkan oleh hasil penelitian tentang kadar hormon, pencitraan syaraf otak dan penggambaran tingkat epigenetika,” kata Thomas Boyce dari University of British Columbia seperti dikutip AFP.

Para peneliti itu meneliti data lebih 1.500 individu yang lahir antara 1968 hingga 1975 yang diambil dari hasil penelitian demografi rumah tangga AS yang mengukur pendapatan keluarga setiap tahun selama masa anak-anak, tingkat pendidikan, dan tingkat yang dicapai dalam karir mereka, serta kesehatan dan kejahatan saat dewasa.

Mereka menemukan perbedaan mencolok pada bagaimana anak-anak itu hidup saat dewasa, tergantung pada apakah mereka miskin atau tidak sebelum berusia enam tahun.

“Dibandingkan dengan anak-anak yang keluarganya memiliki pendapatan sedikitnya dua kali dari garis kemiskinan selama awal masa anak-anak mereka, anak-anak miskin menyelesaikan sekolah dua tahun lebih lambat, bekerja 451 jam lebih sedikit per tahun, dan memiliki pendapatan kurang dari setengah.

Mereka juga menerima lebih dari 800 dolar setahun dalam bentuk kupon makan pada masa dewasa dan dua kali lebih mungkin untuk melaporkan kesehatan yang buruk secara keseluruhan atau tingkat penderitaan psikologis yang tinggi.

Anak-anak miskin juga lebih gemuk dibanding mereka yang tidak miskin, dan lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan pada masa dewasa.

Dan nasib malang berlanjut, dengan pria miskin dua kali lebih mungkin ditahan, sedangkan wanita miskin enam kali lebih mungkin memiliki anak di luar nikah dibanding mereka yang tidak miskin pada masa anak-anak. (*an/ham)


sumber : http://matanews.com/2010/02/23/kemiskinan-pengaruhi-perilaku/
Tue, Feb 23, 2010 at 06:30 | Jakarta, matanews.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar