Minggu, 18 April 2010

KKN PPM MODEL PENDIDIKAN BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS YANG MISKIN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Anak Berkebutuhan Khusus (anak cacatABK) mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dengan anak normal, hal tersebut tercantum dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 tentang Hak dan Kewajiban Warga Negara, bahwa setiap warga negara termasuk ABK. Penyelenggaraan pendidikan bagi ABK ternyata biayanya sangat mahal untuk mengakselerasi belajarnya, baik untuk melengkapi ruangan dan sarananya serta alat-alat bantu yang diperlukan. Pendidikan yang mahal tersebut sudah barang tentu tidak akan terjangkau oleh ABK yang miskin dan daerah terpencil, sehingga mereka banyak yang tidak sekolah. Pemerintah mengadakan wajar dikdas, disisi lain ABK miskin tidak dapat bersekolah karena biaya pendidikan yang mahal.

Solusi dari masalah ini dapat dilakukan dengan cara memberdayakan masyarakat yang peduli. Karena masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan. Selain itu, masyarakat juga berkewajiban memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan.

Tampaknya masyarakat di kecamatan Sukanagara Kabupaten Cianjur provinsi Jawa Barat, mempunyai potensi yang dapat diberdayakan untuk mendidik anak berkebutuhan khusus yang miskin di daerahnya. Dari hasil penjaringan mahasiswa PLB FIP Universitas Pendidikan Indonesia dalam kegiatan PPM tahun 2007 di kecamatan Sukanagara, terdapat 66 anak berkebutuhan khusus yang tidak dapat sekolah karena miskin. Agar dapat sekolah, solusinya masyarakat perlu diberdayakan dengan cara diberi pelatihan tentang cara mengajar membaca, menulis, berhitung, keterampilan dasar, dan aktivitas kegiatan hidup sehari-hari pada ABK. Mahasiswa yang diterjunkan sebanyak 30 orang dari jurusan PLB, PLS dan MRL FIP UPI.

Kegiatan KKN PPM ini bermitra dengan Depdiknas, dengan sasaran tokoh masyarakat, ibu-ibu PKK dan Posyandu, serta para guru dan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan ABK miskin di daerahnya.

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar meningkatnya kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan ABK yang miskin, terlatihnya kader yang ada di masyarakat, yang dapat mengajar membaca, menulis, dan berhitung pada ABK di daerahnya. Masyarakat dapat mengajar keterampilan dasar dan aktivitas kehidupan sehari-hari pada ABK miskin di daerahnya, mahasiswa dapat mengatasi masalah pendidikan ABK melalui pemberdayaan masyarakat, dapat merencanakan pelatihan kader, dan memperoleh mitra kerja yaitu Depdiknas. Dengan demikian kegiatan KKN ini diharapkan dapat menemukan model pendidikan ABK, terbinanya kader, meningkatnya partisipasi masyarakat dan terwujudnya pembelajaran pemberdayaan masyarakat.

Penanggung jawab kegiatan ini adalah Dra. Sri Widati, M.Pd., dengan Dosen Pembimbing Lapangan 5 orang dari FIP UPI, yaitu Dr. Juang Sunanto, Ph.D, Drs. Sunaryo, M.Pd., Drs. Nandi Warnandi, M.Pd. dan dr. Euis Heryati.

Kegiatan KKN PPM ini dilaksanakan di 4 desa kec. Sukanagara, yaitu 1) desa Sukarame terdiri atas 8 mahasiswa, 2) desa Sukanagara 7 mahasiswa, 3) desa Sukamekar 7 mahasiswa dan 4) desa Gunungsari 8 mahasiswa. Acara pelepasan pemberangkatan tanggal 21 Oktober 2008 dan berakhir pada tanggal 21 Nopember 2008.

Dari hasil evaluasi proses ditemukan bahwa para kader sudah mulai mampu mengajar ”calistung” dengan metoda VAKT, keterampilan dasar, dan kegiatan hidup sehari-hari serta menulis braille dan bahasa isyarat pada ABK. Adapun rencana panjang dari program ini adalah dibentuknya kelompok belajar di setiap desa dan dirintisnya Sekolah Luar Biasa (SLB), karena ada seorang kepala desa yang telah menyediakan lahannya untuk didirikan SLB di desa.

Sumber : 24 Nov 2008 | Buletin
http://lppm.upi.edu/2008/11/24/kkn-ppm-model-pendidikan-bagi-anak-berkebutuhan-khusus-yang-miskin-melalui-pemberdayaan-masyarakat/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar