Banyak anak autisme belajar lebih baik dengan menggunakan visual (penglihatan). Ciri anak dengan visual learner adalah senang mainan puzzle, bentuk-bentuk, suka nonton video, TV terutama film kartun, menyukai huruf, angka, dan kadang-kadang dapat membaca tanpa diajari. Mengapa anak lebih baik diajar secara visual? Karena berbicara memerlukan waktu yang singkat (milisecond), jadi terlalu cepat untuk anak dengan gangguan bicara/komunikasi.
Dengan diperlihatkan secara visual anak dapat berkonsentrasi misalnya dengan melihat benda, foto, atau gambar. Dengan melihat visualisasi tersebut, anak menyerap dan menerima informasi lebih lama. Sebenarnya kita pun menggunakan “visual helper” setiap saat, contoh rambu lalu-lintas, kalender, simbol wanita dan pria untuk toilet, dan lain-lain. Alat bantu visual dapat kita buat dengan menggunakan benda konkrit, foto berwarna atau gambar.
Benda konkrit dapat digunakan pada anak autisme dengan tahap komunikasi “Own Agenda Stage” dan “Requester Stage”, karena pada tahap ini anak biasanya tidak tertarik pada foto. Miniatur mainan dapat kita gunakan, atau kita gunakan simbol misalnya sendok untuk makan. Foto berwarna biasanya disukai anak. Kita dapat membuat foto sendiri, atau dapat mengguntingnya dari majalah, katalog, dus mainan/makanan.
Gambar dapat digunakan walaupun tidak sama persis, tetapi lebih murah dan dapat dibaca dengan mudah. Alat bantu visual membantu anak mengerti informasi tentang pilihan, apa yang akan dilakukan waktu lampau dan waktu yang akan datang, perasaan anak dan perasaan orang lain, bagaimana cara melakukan suatu aktivitas secara mandiri, dan membantu anak apa yang harus dilakukan bila terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan.
Untuk mengerti pilihan dapat digunakan “Papan Pilihan” yang berisi gambar atau benda konkrit dari makanan, mainan, atau gambar aktivitas. Benda konkrit bisa dimasukkan ke dalam plastik transparan atau tempat sepatu. Gambar dapat ditempel di kertas velcro. Banyaknya benda atau gambar pilihan tergantung tingkat komunikasi, mulai dari dua pilihan dulu, lalu bila anak tertarik dapat diperbanyak.
“No Sign” (tanda tidak boleh/dilarang) seperti pada gambar “dilarang merokok” dapat digunakan untuk menginformasikan bahwa anak tidak boleh memilih makanan, mainan, atau aktivitas tertentu. “No Sign” bisa dipakai untuk melarang perilaku negatif.
Contoh anak yang punya kebiasaan memukul. Caranya hentikan perilaku memukul secara fisik, lalu tunjuk gambar “dilarang memukul” sambil katakan “tidak memukul”, lalu tunjuk gambar yang harus dilakukan (contoh tangan ke bawah dan ambil buku) sambil mengambil buku bersama-sama.
Alat bantu visual dapat membantu anak mengerti apa yang akan terjadi, yaitu dengan memakai urutan gambar (Picture Schedule) yang berisi benda, gambar, orang, atau tempat yang menggambarkan apa yang akan dikerjakan oleh anak.
Bisa juga digunakan dua benda atau gambar yang akan dilakukan anak dalam waktu singkat. Contoh gambar aktivitas makan dan gambar komputer (First/Then Board). Artinya anak harus makan dulu, baru boleh main komputer. Dapat juga dibuat urutan gambar yang lebih detail yang terdiri dari 4 sampai 5 gambar/benda yang akan dilakukan anak sepanjang hari atau 4 sampai 5 gambar langkah-langkah individual dalam satu aktivitas. Misalnya urutan-urutan aktivitas memakai baju atau tahapan aktivitas mencuci tangan. Bisa juga dibuat gambar acara penting dalam satu minggu, misalnya pergi ke kolam renang, ke rumah nenek atau acara ulangtahun.
Alat bantu visual dapat membantu anak mengerti konsep waktu yaitu waktu lampau (yang sudah dilakukan) dan waktu yang akan datang. Waktu adalah sesuatu yang abstrak yang sulit dimengerti oleh anak autisme, karena itu visual sangat membantu. Untuk mengerti waktu lampau, kita dapat membuat suatu wadah untuk menyimpan gambar kegiatan yang sudah selesai atau sudah dilakukan, misalnya dalam suatu amplop atau gelas plastik kosong yang ditulisi kata “sudah” atau kata “selesai”. Untuk menggambarkan waktu yang akan datang atau yang akan dilakukan dapat dengan memperlihatkan gambar aktivitas yang akan dilakukan, contohnya dengan memperlihatkan gambar kolam renang apabila akan berenang, gambar kue ulang tahun bila akan pergi ke acara ulang tahun, dan sebagainya. Alat bantu visual juga dapat membantu anak untuk menyatakan keinginannya. Bila ada papan gambar pilihan, anak akan menunjuk apa yang dia mau.
Pada anak yang sudah dapat bicara papan pilihan ini akan mengingatkan apa yang dia inginkan. Papan pilihan juga membantu menjawab pertanyaan. Misalnya kita tanya “mau roti atau kue?” Atau kita tanya “mau apa?”. Anak akan menjawab dengan menunjuk papan pilihan.
Alat bantu visual juga membantu anak untuk berkomunikasi dengan cara lain yaitu dengan menukar gambar dengan benda yang diinginkan. Misalnya anak memberikan gambar kue, maka kita ambil gambar itu dan ditukar dengan kue sambil mengatakan “kue”. Ada beberapa tips cara menggunakan alat bantu visual. Simpan alat bantu visual pada tempat-tempat yang biasa digunakan. Contoh gambar makanan di depan kulkas atau lemari makanan, gambar mainan di sebelah lemari mainan, gambar aktivitas bermain di sebelah pintu keluar rumah. Tambahkan kata di bawah gambar. Walaupun anak belum bisa membaca, anak akan menghubungkan gambar dengan kata yang tertera di bawah gambar tersebut. Anda harus memperlihatkan apa yang anda katakan dan menarik perhatian anak dengan menunjuk atau melingkari gambar dengan jari tangan.
Dari urutan di atas disimpulkan bahwa alat bantu visual dapat dipakai untuk meningkatkan cara berkomunikasi anak autisme. Anak yang pasif diharapkan menjadi aktif, tahap komunikasi anak dapat ditingkatkan. Dan anak yang belum bicara (non verbal) dapat dirangsang untuk dapat mengeluarkan suara (verbal). Bagaimanapun, komunikasi adalah kebutuhan semua orang, tak terkecuali anak autisme. Karena itu tanganilah anak autisme agar bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, sehingga dapat berbaur dengan masyarakat secara benar dan wajar.
Sumber: http://www.anakspesial.com
Ditulis oleh farida | Ditulis di ABK | Ditulis tanggal 12 Aug 2008
http://mommygadget.com/2008/08/12/alat-bantu-visual-untuk-penderita-autis/
Pusat Terapi dan Tumbuh Kembang Anak (PTTKA) Rumah Sahabat Yogyakarta melayani deteksi dini anak berkebutuhan khusus dengan psikolog, terapi wicara, fisioterapi, sensori integrasi, behavior terapi, Renang& musik untuk anak berkebutuhan khusus, terapi terpadu, home visit terapi & program pendampingan ke sekolah umum. informasi lebih lanjut hubungi 0274 8267882
BalasHapus